MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Liverpool Tanpa Gelar 2026, Transfer Alexander Isak Rp2,6 Triliun Dise...
WA FB
Berita

Liverpool Tanpa Gelar 2026, Transfer Alexander Isak Rp2,6 Triliun Disebut Biang Kerok Kegagalan

N Editor : Nida | 15 Apr 2026 | 13:35 WIB
Liverpool Tanpa Gelar 2026, Transfer Alexander Isak Rp2,6 Triliun Disebut Biang Kerok Kegagalan
Transfer Alexander Isak mengacaukan musim Liverpool. (Getty Images/Visionhaus)

Pematangsiantar, Sinata.id - Kegagalan Liverpool meraih gelar musim 2025/2026 menjadi sorotan tajam. Salah satu penyebab utama yang disorot adalah transfer mahal Alexander Isak yang dinilai justru merusak keseimbangan tim.

Teranyar, The Reds harus angkat koper dari ajang Liga Champions UEFA usai disingkirkan Paris Saint-Germain di babak perempat final. Bermain di kandang Anfield, Liverpool kembali tumbang 0-2 setelah sebelumnya juga kalah di leg pertama dengan skor serupa. Agregat 0-4 memastikan langkah mereka terhenti.

Dua gol kemenangan PSG dicetak oleh Ousmane Dembele, sekaligus memupus harapan Liverpool meraih trofi musim ini.

Transfer Isak Disorot

Pada awal musim, Liverpool sebenarnya tampil agresif di bursa transfer dengan mendatangkan pemain seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz. Namun, perhatian terbesar tertuju pada kedatangan Alexander Isak dari Newcastle United.

Isak direkrut di detik akhir bursa transfer dengan nilai fantastis mencapai 130 juta poundsterling, menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah Liga Inggris.

Sayangnya, ekspektasi tinggi tidak sebanding dengan performa. Striker asal Swedia itu lebih sering absen akibat cedera patah tulang fibula. Sepanjang musim, ia hanya tampil 19 kali dengan torehan tiga gol di semua kompetisi.

Kritik Tajam untuk Manajemen

Jurnalis ESPN, Julien Laurens, menilai transfer Isak sebagai keputusan keliru. Ia menyebut Liverpool seharusnya tidak perlu memaksakan pembelian tersebut.

Menurutnya, dana besar yang dikeluarkan untuk Isak seharusnya bisa dialokasikan untuk memperkuat lini belakang, termasuk mendatangkan bek seperti Marc Guehi.

Laurens juga menilai langkah Liverpool membeli Isak di saat terakhir justru mengganggu perencanaan tim secara keseluruhan.

Musim Tanpa Trofi

Dengan tersingkirnya dari Liga Champions, Liverpool dipastikan menutup musim tanpa satu pun gelar. Kondisi ini menjadi evaluasi besar bagi manajemen dan pelatih Arne Slot untuk menyusun ulang strategi menghadapi musim berikutnya.

Kegagalan ini sekaligus menegaskan bahwa belanja besar tidak selalu menjamin kesuksesan, terutama jika tidak sesuai dengan kebutuhan utama tim. (A07)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.