MENU
Kuku Bergelombang? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui
WA FB
Berita

Kuku Bergelombang? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui

T Editor : Tumpal Pandapotan | 26 Feb 2026 | 17:57 WIB
Kuku Bergelombang? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui
ilustrasi. foto: silcare

Jakarta, Sinata.id - Permukaan kuku yang tampak bergaris atau tidak rata kerap menimbulkan kekhawatiran. Dalam banyak kasus, kondisi yang dikenal sebagai kuku bergelombang ini memang tidak berbahaya, terutama bila muncul seiring pertambahan usia. Namun, perubahan pada kuku juga bisa menjadi penanda gangguan kesehatan tertentu, sehingga penting mengenali penyebabnya sejak dini.

Kuku bergelombang ditandai dengan adanya garis pada permukaan kuku, baik memanjang dari pangkal ke ujung (vertikal) maupun melintang (horizontal). Kondisi ini cukup umum terjadi, khususnya pada kelompok lanjut usia, karena proses regenerasi sel tubuh yang melambat membuat permukaan kuku tak lagi sehalus saat muda.

Mengacu pada informasi medis dari Cleveland Clinic, sedikitnya ada lima faktor utama yang dapat memicu munculnya gelombang pada kuku.

Pertama, proses penuaan alami. Seiring waktu, pertumbuhan dan pembaruan sel kuku berjalan lebih lambat. Akibatnya, garis-garis vertikal tipis lebih mudah terlihat. Jika tidak disertai keluhan lain, kondisi ini umumnya tidak memerlukan penanganan khusus.

Kedua, kondisi kulit yang sangat kering atau gangguan pada area sekitar kuku. Kulit dan kutikula yang kehilangan kelembapan dapat memengaruhi pertumbuhan kuku, sehingga permukaannya tampak beralur. Perawatan kulit yang kurang optimal berkontribusi terhadap perubahan ini.

Ketiga, gangguan kelenjar tiroid, khususnya hipotiroidisme. Pada kondisi ini, kuku bisa menjadi lebih tebal, rapuh, dan mudah patah. Dalam beberapa kasus, bentuk kuku terlihat lebih membulat dan ujung jari tampak sedikit membengkak. Perubahan tersebut perlu diwaspadai, terlebih bila disertai gejala lain seperti mudah lelah atau peningkatan berat badan.

Keempat, penggunaan kuku palsu atau gel manicure dalam jangka panjang. Proses pengikisan permukaan kuku serta paparan bahan kimia tertentu dapat melemahkan struktur alaminya. Jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda, kuku berisiko menjadi tipis dan tampak tidak rata.

Kelima, cedera pada kuku. Trauma akibat jari terjepit atau tertimpa benda keras dapat mengganggu pertumbuhan kuku. Saat kuku tumbuh kembali, bisa muncul garis horizontal atau lekukan yang cukup dalam sebagai bekas gangguan tersebut.

Untuk mencegah kuku bergelombang, langkah perawatan sederhana dapat dilakukan apabila tidak ditemukan kondisi medis yang mendasari. Menjaga kelembapan kuku dan kutikula dengan mengoleskan pelembap setiap hari menjadi salah satu cara utama, terutama bagi pemilik kulit kering. Setelah menggunakan krim tangan atau kaki pada malam hari, mengenakan sarung tangan atau kaus kaki berbahan katun membantu mempertahankan kelembapan lebih lama.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.