Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Kemensos Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN untuk Perbaikan Data-Reaktivasi

kemensos nonaktifkan 13,5 juta peserta pbi jkn untuk perbaikan data-reaktivasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Sosial menonaktifkan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebagai bagian dari pemutakhiran data untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kebijakan ini diumumkan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam rapat konsultasi bersama DPR RI, Senin (9/2/2026) di Jakarta.

Mensos menegaskan, pemutakhiran data merupakan mandat negara dan prinsip perlindungan rakyat. “Pemutakhiran adalah mandat negara, dan melindungi rakyat adalah prinsip negara,” ujarnya, dikutip dari infopublik.id

Advertisement

Langkah ini dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penyaluran berbagai bantuan sosial, termasuk PBI JKN.

Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat ketidaktepatan sasaran. Berdasarkan data DTSEN, lebih dari 54 juta jiwa pada desil 1–5, yaitu kelompok masyarakat paling miskin, belum menerima PBI JKN. Sebaliknya, sekitar 15 juta jiwa pada desil 6–10 tercatat sebagai penerima.

Baca Juga  Preman Berkedok Ormas Mewabah, Presiden Prabowo Mulai Gerah

“Tidak ada yang dikurangi tapi direalokasi. Kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai dengan alokasi yang kita miliki,” kata Mensos.

Pemutakhiran juga dilakukan untuk mengurangi kesalahan penerima (inclusion error) dan kesalahan non-penerima (exclusion error). Selama April 2025 hingga Januari 2026, realokasi bertahap diklaim menurunkan tingkat kesalahan secara signifikan.

Sebagian peserta yang dinonaktifkan beralih menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan, sementara beberapa lainnya ditanggung pemerintah daerah melalui APBD di wilayah Universal Health Coverage (UHC).

Dari 13,5 juta peserta yang dinonaktifkan, sebanyak 87.591 mengajukan reaktivasi. Selain mekanisme reguler, Kemensos membuka reaktivasi otomatis bagi 100 ribu peserta nonaktif dengan kondisi penyakit kronis, penyakit katastrofik, atau bayi baru lahir yang membutuhkan perlindungan jaminan kesehatan.

Baca Juga  Jadwal TKA 2026 Resmi Dirilis, Ini Rincian Lengkap untuk SD dan SMP

Bagi warga terdampak bencana, orang terlantar, atau kondisi yang mengancam nyawa, bantuan tetap diberikan meski berada di luar desil yang ditetapkan.

Untuk menjamin transparansi, Kemensos membuka berbagai kanal pemutakhiran data, termasuk Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIK-NG) melalui RT/RW, aplikasi Cek Bansos, call center 021-171 yang aktif 24 jam, dan layanan WhatsApp Lapor Bansos.

Seluruh usulan diverifikasi berjenjang mulai dari desa atau kelurahan, dinas sosial, hingga BPS sebelum masuk DTSEN.

Mensos menekankan, pemutakhiran data dilakukan agar bantuan sosial, termasuk PBI JKN dengan alokasi 96,8 juta jiwa dan anggaran Rp48,7 triliun per tahun, benar-benar menyasar kelompok miskin dan rentan.

“Jika data tidak diperbaiki, ketidakadilan akan terus terjadi. Karena itu pemutakhiran ini adalah upaya menghadirkan keadilan sosial,” pungkasnya. (A58)

Baca Juga  Sanae Takaichi Menang, Jepang Punya Pemimpin Perempuan Pertama

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini