MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan
WA FB
Religi

Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 14 Oct 2025 | 05:02 WIB
Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt. Manser Sagala,M.Th Kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan bukanlah tentang kesempurnaan manusia, melainkan tentang hati yang selalu diarahkan kepada-Nya—hidup yang taat, tulus, dan semakin menyerupai Kristus dari hari ke hari. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi ketaatan dan kesetiaan yang lahir dari hati yang dikuduskan oleh Roh Kudus.

1. Hidup dalam Iman yang Disertai Perbuatan

Kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus adalah dasar dari kehidupan yang berkenan kepada Allah. Iman sejati bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan dan ketaatan.

Ibrani 11:6 (TB): “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Yakobus 2:17 (TB): “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.”

Penjelasan : Iman sejati adalah iman yang bekerja melalui kasih. Percaya kepada Allah berarti hidup dalam kebergantungan dan melakukan kehendak-Nya. Tanpa perbuatan, iman hanya menjadi pengakuan kosong yang tidak menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah.

2. Mempersembahkan Diri sebagai Ibadah yang Sejati

Kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan adalah kehidupan yang mempersembahkan seluruh diri sebagai ibadah yang hidup, bukan hanya rutinitas di gereja.

Roma 12:1-2 (TB): “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Penjelasan : Ibadah sejati bukan sekadar liturgi, tetapi gaya hidup. Setiap pekerjaan, perkataan, dan hubungan kita adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Dunia boleh menawarkan kesenangan sesaat, tetapi mereka yang diubahkan oleh pembaharuan budi akan mengenal apa yang benar-benar berkenan di hati Allah.

3. Hidup dalam Kekudusan dan Menjauhi Dosa

Kekudusan adalah ciri khas orang percaya yang ingin hidup berkenan kepada Tuhan. Tanpa kekudusan, tidak seorang pun dapat melihat Allah.

1 Petrus 1:15-16 (TB): “Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.