Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Kapolri Instruksikan Brimob Siaga Hadapi Dampak Gejolak Geopolitik Global

kapolri instruksikan brimob siaga hadapi dampak gejolak geopolitik global

Jakarta, Sinata.id – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh personel Korps Brimob Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak gejolak geopolitik global terhadap situasi keamanan dalam negeri.

Instruksi tersebut disampaikan saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri yang diikuti sekitar 7.000 personel di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

Advertisement

Dalam arahannya, Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kita semua harus selalu siap dan waspada. Terus melatih diri menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi geopolitik global saat ini tengah memanas akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Konflik tersebut dinilai berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas serta berdampak pada berbagai sektor, termasuk energi.

Baca Juga  Prabowo Copot Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka Pemerasan

Menurutnya, sejumlah negara bahkan telah menetapkan status darurat energi dan menerapkan kebijakan penghematan. Dampaknya juga mulai terasa di Indonesia, termasuk penyesuaian pola kerja seperti work from home (WFH) dan work from office (WFO).

Di sisi lain, Kapolri menyoroti kenaikan harga energi non-subsidi seperti BBM dan LPG yang berpotensi memicu reaksi di masyarakat.

“Kenaikan harga ini tentu bisa berdampak pada stabilitas, khususnya terkait potensi gangguan keamanan di dalam negeri,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Sigit, telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi krisis energi, termasuk mengoptimalkan produksi dari kilang baru maupun sumur lama. Meski begitu, potensi gejolak tetap harus diwaspadai.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Brimob untuk memahami situasi lapangan, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan peralatan operasional dalam kondisi optimal.

Baca Juga  Heboh! Pemerintah India Tiba-Tiba Blokir Meme soal Modi, Publik Murka di Tengah Krisis Energi!

“Pelajari kondisi dan medan, serta siapkan seluruh peralatan agar siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.(A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini