MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, Bongkar Sejarah Politik...
WA FB
Nasional

JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, Bongkar Sejarah Politik dan Polemik Ijazah

T Editor : Tigor Munthe | 18 Apr 2026 | 22:55 WIB
JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, Bongkar Sejarah Politik dan Polemik Ijazah
Jusuf Kalla. (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta, Sinata.id - Konferensi pers Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026), semula membahas soal tuduhan penistaan agama yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Jusuf Kalla kemudian merembes pada persoalan ijazah Jokowi dan pelaporan Rismon Sianipar.

Dalam pemaparan lebih jauh saat konfres, JK melontarkan pernyataan keras terkait polemik ijazah Presiden ke-7 Jokowi serta sejarah politik menjelang Pilpres 2014.

Dalam keterangannya, JK mengaku geram karena namanya dikaitkan dengan isu aliran dana Rp5 miliar kepada seseorang bernama Rismon. Ia menegaskan tidak mengenal sosok tersebut dan bahkan menolak permintaan pertemuan yang disebut sudah beberapa kali diajukan.

JK juga menyoroti polemik ijazah yang menurutnya terlalu lama dibiarkan bergulir hingga memicu perpecahan di tengah masyarakat.

β€œKalau memang asli, tunjukkan saja. Jangan biarkan rakyat berkelahi sendiri,” kata JK.

Tak hanya itu, mantan Wakil Presiden dua periode itu juga membongkar sejarah awal karier politik Jokowi di tingkat nasional. JK mengklaim dirinya yang mendorong agar Jokowi dibawa dari Solo ke Jakarta untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut JK, tanpa menjadi Gubernur DKI, peluang Jokowi menjadi Presiden disebut tidak akan terbuka.

Ia juga menyebut Megawati Soekarnoputri kala itu meminta dirinya mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden karena menilai diperlukan figur senior yang memahami pemerintahan dan birokrasi.

JK menegaskan kesediaannya maju pada Pilpres 2014 bukan demi jabatan, melainkan untuk kepentingan negara.

Dalam pernyataannya, JK sekaligus membela integritas pribadi dan menepis berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai sejarah politik nasional perlu diketahui publik agar tidak muncul fitnah dan distorsi informasi.

Pernyataan JK tersebut langsung menyita perhatian publik karena menyingkap dinamika politik di balik lahirnya duet Jokowi-JK pada Pilpres 2014. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.