MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp146 Ribu per Kg
WA FB
Nasional

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp146 Ribu per Kg

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Mar 2026 | 15:19 WIB
Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp146 Ribu per Kg
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah bahan pangan mulai bergerak naik. Salah satu yang paling terasa adalah daging sapi, yang kini telah menembus kisaran Rp146 ribu per kilogram di pasar nasional.

Dikutip Sabtu (14/3/2026), data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga daging sapi kualitas premium berada di level sekitar Rp146.600 per kg, naik sekitar 1,49% dalam sepekan terakhir. Angka ini bahkan sudah melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang dipatok di kisaran Rp140.000 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas kedua juga ikut merangkak naik. Harganya tercatat berada di sekitar Rp138.550 per kg, meningkat sekitar 1,46% dibandingkan pekan sebelumnya.

Kenaikan harga daging sapi menjadi bagian dari tren yang lazim terjadi menjelang Lebaran. Permintaan masyarakat biasanya meningkat tajam karena daging menjadi salah satu bahan utama berbagai hidangan khas Idulfitri.

Tak hanya daging sapi, beberapa komoditas pangan lain juga menunjukkan tren serupa. Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp41.950 per kg, naik sekitar 2,19% secara mingguan.

Di sisi lain, harga beras relatif lebih stabil. Beras medium kualitas pertama berada di kisaran Rp15.950 per kg, sementara medium kedua sekitar Rp15.850 per kg. Namun beberapa komoditas lain seperti cabai justru melonjak lebih tajam. Harga cabai rawit merah bahkan tercatat mencapai Rp84.550 per kg, jauh di atas rentang harga acuan pemerintah yang berada di level Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

Lonjakan harga pangan menjelang hari besar keagamaan memang menjadi pola yang berulang setiap tahun. Permintaan yang meningkat dalam waktu singkat membuat harga komoditas tertentu cepat merespons pasar.

Pemerintah biasanya meningkatkan pemantauan distribusi dan stok pangan pada periode ini untuk menahan lonjakan harga agar tidak semakin tajam. Stabilitas pasokan dinilai menjadi kunci agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.