MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Jelang Haji 2026, Dinkes Siantar Perketat Tes Kesehatan Jemaah
WA FB
Berita

Jelang Haji 2026, Dinkes Siantar Perketat Tes Kesehatan Jemaah

G Editor : Gunawan Purba | 15 Apr 2026 | 16:17 WIB
Jelang Haji 2026, Dinkes Siantar Perketat Tes Kesehatan Jemaah
Kabid P2P Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Misran

Pematangsiantar, Sinata.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar memastikan, hanya calon jemaah haji dengan kondisi fisik prima yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026. Kebijakan ini sejalan dengan pengetatan standar kesehatan dari otoritas Arab Saudi guna menekan risiko gangguan kesehatan selama ibadah.

Sejak akhir 2025, Dinkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap para calon jemaah. Proses ini meliputi tes fisik, mental, hingga kebugaran sebagai dasar penentuan kelayakan atau istitha’ah kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pematangsiantar, Misran, mengatakan pihaknya telah mengantongi data jemaah sejak awal tahun dan terus melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

“Pemeriksaan kesehatan tahap awal sudah dimulai sejak November tahun lalu dan masih berlangsung hingga kini untuk memastikan kesiapan jemaah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurut Misran, kebijakan terbaru membuat proses seleksi kesehatan jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Jemaah dengan kondisi fisik lemah atau ketergantungan penuh pada alat bantu dipastikan tidak akan diberangkatkan.

“Sekarang tidak ada lagi toleransi. Kasus seperti stroke berat yang membutuhkan kursi roda penuh menjadi perhatian serius karena berisiko tinggi saat di Tanah Suci,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, seluruh jemaah juga telah menjalani program vaksinasi wajib, seperti meningitis dan polio. Vaksin Covid-19 dilengkapi bagi yang belum memenuhi dosis, serta vaksin influenza dianjurkan untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Uji kebugaran massal yang digelar usai Idulfitri di Lapangan Haji Adam Malik juga menjadi indikator kesiapan fisik jemaah. Hasilnya, sebagian besar jemaah dinyatakan dalam kondisi cukup baik, meski didominasi oleh kelompok usia lanjut.

Dinkes turut memberi perhatian khusus kepada jemaah berisiko tinggi (risti), terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun infeksi seperti tuberkulosis. Mereka diwajibkan membawa obat rutin sebagai langkah antisipasi selama menjalankan ibadah.

“Untuk obat-obatan umum sudah disiapkan pemerintah di Arab Saudi. Namun, bagi jemaah dengan penyakit tertentu, wajib membawa obat pribadi,” tambahnya.

Dalam mendukung kelancaran keberangkatan, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga menyiapkan tim medis lengkap, termasuk petugas kesehatan yang akan mendampingi setiap rombongan serta ambulans siaga.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.