Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Hujan Meteor Lyrids 2026 Puncak 22 April, Fenomena Langit Bisa Dilihat Tanpa Alat Khusus

hujan meteor lyrids 2026 puncak 22 april, fenomena langit bisa dilihat tanpa alat khusus
Ilustrasi hujan meteor (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Fenomena Hujan Meteor Lyrids kembali menghiasi langit pada April 2026. Peristiwa astronomi ini menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh pecinta astronomi maupun masyarakat umum karena dapat disaksikan tanpa bantuan alat khusus seperti teleskop.

Hujan meteor ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher (C/1861 G1). Saat partikel kecil tersebut memasuki atmosfer Bumi, mereka terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang tampak seperti garis cahaya melintas di langit malam.

Advertisement

Nama β€œLyrids” berasal dari rasi bintang Lyra, yaitu titik radian atau arah seolah-olah meteor berasal. Namun, meteor sebenarnya dapat terlihat di berbagai bagian langit, bukan hanya di sekitar rasi tersebut.

Baca Juga  Tak Perlu Akun Baru, Gmail Kini Bisa Ubah Username Email

Puncak Hujan Meteor Lyrids 2026 diperkirakan terjadi pada Rabu, 22 April 2026. Pada periode ini, pengamat berpeluang melihat beberapa meteor per jam, tergantung kondisi langit dan lokasi pengamatan. Berdasarkan informasi dari laman astronomi In the Sky dan Space, aktivitas meteor biasanya meningkat sejak malam hingga menjelang fajar.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan terbaik, disarankan mencari lokasi dengan minim polusi cahaya seperti area pedesaan, pegunungan, atau pantai. Hindari cahaya terang seperti ponsel atau lampu agar mata dapat beradaptasi dengan gelap selama 20–30 menit. Meteor juga bisa muncul dari berbagai arah sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan dengan pandangan luas ke langit. Selain itu, kondisi cuaca cerah tanpa awan sangat menentukan keberhasilan melihat fenomena ini.

Baca Juga  HP 2026: Era AI Mengubah Cara Kita Gunakan Ponsel

Hujan Meteor Lyrids juga dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah manusia, dengan catatan pengamatan yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Hal ini menjadikannya fenomena langit yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan ilmiah yang penting. (A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini