Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia medis karena memungkinkan proses transfusi darah dilakukan dengan aman dan efektif.
Sebelum perkembangan ilmu transfusi modern, sejumlah eksperimen telah dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk Richard Lower, yang melakukan penelitian transfusi darah pada hewan dan menjadi salah satu pelopor dalam pengembangan ilmu transfusi darah.
Siapa yang Bisa Mendonorkan Darah?
Berdasarkan pedoman WHO, sebagian besar orang sehat dapat menjadi pendonor darah dengan memenuhi beberapa persyaratan umum, antara lain:
- Berusia 18 hingga 65 tahun.
- Memiliki berat badan minimal 50 kilogram.
- Dalam kondisi sehat saat melakukan donor.
- Tidak sedang mengalami infeksi, demam, flu, atau penyakit menular lainnya.
Selain itu, terdapat masa penundaan donor bagi individu yang baru menjalani prosedur medis tertentu, seperti:
- Tato atau tindik: menunggu minimal enam bulan.
- Tindakan medis ringan: menunggu 24 jam.
- Operasi atau tindakan medis besar: menunggu hingga satu bulan atau sesuai rekomendasi tenaga medis.
Calon pendonor juga wajib menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum donor dilakukan. Umumnya, kadar hemoglobin minimal yang diperbolehkan adalah 12 g/dl untuk perempuan dan 13 g/dl untuk laki-laki.
Hari Donor Darah Sedunia menjadi pengingat bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Di tengah kebutuhan darah yang terus meningkat, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan setiap pasien mendapatkan transfusi yang aman dan tepat waktu. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.