Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Hari Bumi 2026, Gerakan Oikumenis Sumut Tolak Peninjauan Kembali Pencabutan Izin PT TPL

izin tpl
Izin TPL dicabut. (Foto: Gokesu)

Pematangsiantar, Sinata.id – Momentum Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara untuk menyerukan pemulihan lingkungan dan menolak peninjauan kembali pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis di Pematangsiantar, Rabu (22/4/2026), kelompok tersebut menilai bumi tengah menghadapi krisis ekologis serius, mulai dari pencemaran air, udara, tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrem, hingga pemanasan global.

Advertisement

Mereka menyebut kondisi itu terjadi akibat eksploitasi sumber daya alam berlebihan, seperti deforestasi, pertambangan tak terkendali, ekspansi perkebunan monokultur, industri ekstraktif, dan kebijakan pembangunan yang hanya berorientasi ekonomi.

Tolak Peninjauan Kembali Izin PT TPL

Dalam pernyataan itu, mereka menyampaikan dukungan atas kebijakan pemerintah yang pada 26 Januari 2026 mencabut izin 28 perusahaan di Sumatera yang dinilai merusak lingkungan.

Sebanyak 12 di antaranya berada di Sumatera Utara, termasuk PT Toba Pulp Lestari.

Mereka menegaskan pemerintah tidak boleh menerbitkan izin baru maupun meninjau kembali izin yang sudah dicabut, khususnya izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TPL.

β€œPemerintah harus konsisten dan berpihak pada pembangunan yang adil serta berkelanjutan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Klaim Kondisi Danau Toba Mulai Membaik

Kelompok itu juga menyebut, dalam empat bulan terakhir sejak operasional PT TPL berhenti, kondisi di kawasan Danau Toba mulai menunjukkan perubahan positif.

Mereka mengklaim konflik agraria mereda, masyarakat adat mulai kembali mengelola lahan, kualitas udara membaik, serta sejumlah lahan eks konsesi mulai ditanami pohon bernilai ekonomi.

Selain itu, hubungan sosial dan budaya masyarakat disebut berangsur pulih.

Dalam sikap resminya, mereka menilai kawasan sekitar Danau Toba tidak tepat dijadikan wilayah industri ekstraktif.Β 

Menurut mereka, kawasan dataran tinggi Danau Toba lebih strategis dikembangkan sebagai sentra pertanian berkelanjutan dan pariwisata berbasis masyarakat.

Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif serta industri kecil-menengah berbasis sumber daya lokal juga disebut lebih menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat kawasan Tapanuli Raya.

Pernyataan ditutup dengan ajakan menjaga bumi dan mewariskan lingkungan sehat kepada generasi mendatang.

Mereka menekankan bahwa tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberi dampak besar bagi kelestarian alam.

β€œSalam keadilan ekologis,” tulis pernyataan gerakan yang dipimpin Pastor Walden Sitanggang tersebut. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini