Pematangsiantar, Sinata.id – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali mendorong laju inflasi di Kota Pematangsiantar. Komoditas hortikultura, khususnya tomat dan cabai merah, menjadi penyumbang utama meningkatnya inflasi dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar, inflasi pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan harga pangan menjadi faktor dominan yang memicu laju inflasi di kota tersebut.
Staf Statistik Harga BPS Kota Pematangsiantar, Wahyu Andamari, mengatakan tekanan inflasi saat ini masih perlu menjadi perhatian serius.
“Jika dibandingkan periode sebelumnya, laju inflasi mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Sebelumnya inflasi bulanan hanya berada di angka 0,19 persen,” ujar Wahyu, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, tomat menjadi komoditas yang paling dominan memengaruhi inflasi. Selain itu, cabai merah juga memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan harga kebutuhan masyarakat.
Meski secara kumulatif sepanjang tahun harga cabai merah masih menunjukkan tren penurunan, kenaikan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tetap perlu diwaspadai. Komoditas tersebut dikenal sangat fluktuatif dan kerap menjadi pemicu inflasi ketika pasokan terganggu.
BPS mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan pada Mei 2026 dengan andil mencapai 0,68 persen.
Selain tomat dan cabai merah, komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain bawang merah, minyak goreng, beras, sawi hijau, telepon seluler, sepeda motor, semangka, jeruk, televisi berwarna, hingga biaya jasa asisten rumah tangga.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan membantu menahan laju inflasi. Daging ayam ras tercatat sebagai penyumbang deflasi terbesar pada periode Mei 2026.
Penurunan harga juga terjadi pada emas perhiasan, udang basah, ayam hidup, dan ikan lele. Namun, kontribusi deflasi dari komoditas tersebut belum mampu mengimbangi tekanan inflasi yang berasal dari sektor pangan.
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Pematangsiantar dengan andil mencapai 2,67 persen.
Adapun komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan meliputi emas perhiasan, tomat, minyak goreng, beras, ikan kembung, ikan tongkol, ikan dencis, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, bayam, ikan nila, telepon seluler, serta buah jeruk.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.