Jakarta, Sinata.id - Gugatan yang diajukan Elon Musk terhadap OpenAI dipastikan berlanjut ke tahap persidangan, memperpanjang konflik hukumnya dengan CEO OpenAI, Sam Altman.
Penasihat hukum utama Musk, Marc Toberoff, menyatakan pihaknya menyambut baik keputusan pengadilan dan siap menghadapi proses persidangan. Pernyataan itu disampaikan usai sidang pendahuluan bersama Hakim Distrik Amerika Serikat, Yvonne Gonzalez Rogers.
Sebagai informasi, Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada 2015 dengan visi sebagai lembaga riset kecerdasan buatan nirlaba. Namun, hubungan keduanya merenggang setelah Musk keluar dari jajaran dewan pada 2018. Kepergian tersebut disebut terjadi setelah Altman menolak usulan Musk agar OpenAI diakuisisi oleh Tesla.
Dalam dokumen gugatannya, Musk menuding OpenAI telah menyampaikan janji yang menyesatkan terkait komitmen nirlaba.
Jumat (9/1/2026), Toberoff menyebut terdapat bukti kuat bahwa pimpinan OpenAI secara sadar memberikan jaminan palsu kepada Musk mengenai misi sosial perusahaan, yang pada akhirnya ditinggalkan demi kepentingan finansial pribadi.
OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut dan telah mengajukan permohonan agar gugatan ditolak. Musk menilai dirinya telah dimanfaatkan, terutama setelah OpenAI membentuk entitas berorientasi profit, menjalin kemitraan bernilai miliaran dolar dengan Microsoft, serta merancang perubahan struktur perusahaan ke arah komersial. Musk juga menuduh Altman dan pihak terkait meraup keuntungan tidak wajar hingga miliaran dolar.
Sebaliknya, OpenAI menilai gugatan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan merupakan bagian dari pola tekanan berulang yang dilakukan Musk.
Hakim Gonzalez Rogers memastikan perkara ini akan dibawa ke persidangan, meski sejumlah aspek teknis masih akan ditentukan. Dalam gugatan tersebut, Microsoft turut menjadi tergugat atas dugaan keterlibatan dalam pelanggaran kewajiban fidusia OpenAI.
Sebelumnya, OpenAI sempat merencanakan transformasi penuh menjadi perusahaan profit pada 2024. Namun, tekanan dari mantan karyawan dan sejumlah tokoh publik membuat struktur nirlaba tetap memegang kendali utama. Microsoft sendiri diketahui telah menanamkan investasi sekitar US$135 miliar di unit profit OpenAI.
Di sisi lain, Musk kini mengelola perusahaan kecerdasan buatan xAI yang bersaing langsung dengan OpenAI, Google, dan Anthropic. xAI sempat berstatus benefit corporation, tetapi kewajiban sosial dan lingkungannya dicabut pada 2025 setelah perusahaan tersebut digabung dengan platform media sosial X.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.