DNA tersebut cocok dengan spesies paus sikat Pasifik Utara (Eubalaena japonica) dan paus minke biasa (Balaenoptera acutorostrata).
Penemuan ini memunculkan misteri baru karena fosil paus ditemukan jauh di pedalaman Alaska, sekitar 400 kilometer dari garis pantai terdekat.
Misteri Tulang Paus di Pedalaman Alaska
Para peneliti mengajukan beberapa kemungkinan mengenai bagaimana tulang paus bisa berada di wilayah pedalaman Alaska.
Salah satu teori menyebut paus tersebut mungkin masuk melalui jalur sungai atau teluk kuno. Namun, kemungkinan itu dinilai kecil karena ukuran paus yang sangat besar serta kondisi perairan pedalaman Alaska yang relatif sempit.
Teori lainnya menyebut tulang tersebut kemungkinan dibawa manusia purba dari wilayah pesisir menuju pedalaman.
Meski demikian, para ilmuwan mengakui misteri asal-usul fosil tersebut kemungkinan tidak akan pernah sepenuhnya terpecahkan.
“Penelitian ini memastikan bahwa spesimen tersebut bukan kandidat mammoth terakhir di Bumi,” tulis Wooller bersama tim peneliti. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.