Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Estupinan Bangkit dan Jadi Pilar Baru Rossoneri

pervis estupinan membuktikan kualitasnya usai dihujani kritik. bek kiri ac milan tampil gemilang lawan udinese dan dipuji alessandro costacurta.
Pervis Estupinan. (Milan Reports)

Sinata.id – Ada aroma pembalasan diri di Stadio Friuli ketika AC Milan membungkam Udinese dengan skor telak 3-0. Bukan hanya karena tiga gol yang lahir lewat Christian Pulisic dan Youssouf Fofana, tetapi karena sorotan tajam kini beralih pada sosok yang sebelumnya dihujani kritik, Pervis Estupinan. Sang bek kiri Ekuador kini tampil sebagai senjata baru Rossoneri, dan bahkan legenda Milan, Alessandro Costacurta, tak ragu memberikan pujian.

Sejak menit awal, skuad Massimiliano Allegri memperlihatkan dominasi. Pulisic, yang menjadi motor serangan, membuka pesta di menit ke-39. Gerakannya memecah kebuntuan, dan gol keduanya di menit ke-53 mengunci keunggulan. Youssouf Fofana melengkapi keunggulan dengan sepakan klinis di menit ke-46, sebuah kombinasi kekuatan lini tengah dan kreativitas sayap yang membuat Udinese tak berdaya.

Advertisement

Dari Sasaran Kritik Jadi Ancaman Mematikan

Namun, di balik gemuruh gol-gol itu, ada kisah kebangkitan Estupinan. Di awal musim, namanya sering disebut sebagai titik lemah Milan. Beberapa penampilan kurang meyakinkan membuatnya jadi sasaran kritik fans dan pengamat. Tetapi malam di Friuli mengubah narasi itu. Estupinan tampil percaya diri, agresif dalam duel bertahan, dan berani maju membantu serangan. Gol pembuka Pulisic bahkan bermula dari pergerakannya, umpan cermat ke kotak penalti yang meruntuhkan pertahanan Udinese.

Baca Juga  Terkait Sarang Burung Walet, PLN Tolak Permintaan Sat Pol PP Siantar

Tiga peluang ia ciptakan lewat overlap-nya di sisi kiri. Udinese dipaksa bertahan lebih dalam, membuka ruang bagi lini tengah Milan untuk mendikte tempo. Estupinan tak lagi sekadar bertahan; ia menjadi katalis yang memperkaya variasi serangan Allegri.

Validasi Seorang Legenda

Alessandro Costacurta, sosok yang tahu betul kerasnya tuntutan mengenakan seragam merah-hitam, menegaskan perubahan ini. β€œEstupinan semakin membaik. Setelah pertandingan pertama, mungkin ia terlalu banyak dikritik,” ujarnya via Sky Italia. Pujian ini bukan sekadar basa-basi; bagi seorang bek muda yang berjuang keluar dari tekanan, komentar legenda adalah suntikan moral luar biasa.

Analisis Kritis

Kebangkitan Estupinan tentu melegakan bagi Allegri. Namun, satu pertandingan impresif belum cukup. Serie A adalah maraton, bukan sprint. Konsistensi, terutama melawan tim-tim besar, akan menentukan apakah Estupinan benar-benar menjadi senjata andalan Milan, atau sekadar bintang sesaat. Dengan kalender ketat yang menanti, penggemar Rossoneri berharap performa ini bukanlah kebetulan.

Baca Juga  Polisi Gangguan Jiwa Pukul Pengendara Motor di Depan Mapolda, Dibawa ke RSJ

Kemenangan 3-0 Milan atas Udinese memberi lebih dari sekadar tiga poin. Ini adalah cerita tentang pembuktian diri. Pulisic menegaskan statusnya sebagai penggerak utama, Fofana menunjukkan efektivitasnya di lini tengah, dan Estupinan kini ia bukan lagi target kritik, melainkan ancaman nyata. Jika ia terus mempertahankan performa seperti ini, sisi kiri Milan akan menjadi momok bagi siapa pun di Serie A. Sebuah transformasi yang patut disaksikan, dan, seperti kata Costacurta, β€œini patut disorot.” (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini