Mataram, Sinata.id - Ratusan artefak bersejarah milik Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk ratusan kilogram emas hasil repatriasi dari Belanda, hingga kini masih tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.
Kondisi itu memicu desakan agar Museum Daerah NTB segera dibenahi agar koleksi bernilai tinggi itu dapat dipulangkan ke daerah asalnya.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani dalam agenda Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X.
Ia menyebut, kekayaan sejarah NTB yang selama ini berada di Belanda akhirnya berhasil dibawa kembali ke Tanah Air berkat dorongan berbagai pihak.
βSaat Raker dengan Menteri Kebudayaan, saya termasuk yang mengusulkan agar peninggalan sejarah NTB yang ada di Belanda direpatriasi ke Indonesia. Alhamdulillah, sekarang sudah kembali,β ujar Lalu Hadrian di Mataram, Rabu (11/02/2026).
Politikus PKB itu merinci, terdapat sekitar 385 benda bersejarah asal NTB yang telah tiba di Indonesia. Koleksi tersebut mencakup keris, cincin, kalung, serta aneka perhiasan kerajaan dengan nilai historis dan material yang sangat tinggi.
βDi antaranya terdapat sekitar 238 kilogram emas. Saat ini seluruhnya masih berada di Museum Nasional,β jelas Legislator dari Dapil NTB II tersebut.
Namun, meski sudah kembali ke Indonesia, artefak tersebut belum dapat dipindahkan ke NTB. Kendalanya terletak pada fasilitas penyimpanan di museum daerah yang dinilai belum memenuhi standar.
βKenapa belum dibawa ke NTB? Karena museum kita belum memenuhi kualifikasi untuk menyimpan harta berharga itu,β katanya.
Ia menekankan, aspek keamanan, pengaturan suhu, serta teknologi konservasi menjadi syarat utama agar benda bersejarah tersebut tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan maupun risiko kehilangan.
Menyikapi persoalan itu, Komisi X DPR RI berkomitmen mendorong alokasi anggaran revitalisasi museum daerah. Menurut Lalu Hadrian, pembenahan museum bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis menjaga identitas dan warisan sejarah daerah.
βKami tengah berupaya agar museum di NTB segera diperbaiki sehingga harta karun itu bisa dipulangkan,β tegasnya.
Ia berharap, apabila fasilitas museum telah memenuhi standar, koleksi emas dan artefak tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar dan generasi muda NTB.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.