MENU
El Niño Datang Lagi, Ancaman Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai
WA FB
Dunia

El Niño Datang Lagi, Ancaman Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai

Kondisi ini memicu kekhawatiran para ilmuwan karena dapat memperparah cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia

T Editor : Tigor Munthe | 11 Jun 2026 | 22:24 WIB
El Niño Datang Lagi, Ancaman Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id – Fenomena El Niño secara resmi telah dimulai dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan modern. 

Kondisi ini memicu kekhawatiran para ilmuwan karena dapat memperparah cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan, hingga banjir besar.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menyatakan bahwa suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis telah melampaui ambang batas yang digunakan untuk mendefinisikan El Niño. 

Selain itu, perubahan pola angin di kawasan khatulistiwa Pasifik menunjukkan bahwa atmosfer mulai merespons pemanasan laut tersebut.

Menurut NOAA, terdapat peluang sebesar 63 persen bahwa El Niño kali ini akan berkembang menjadi kategori sangat kuat pada periode November hingga Januari mendatang. 

Jika terjadi, fenomena tersebut akan masuk dalam jajaran El Niño terbesar sejak pencatatan modern dimulai pada 1950.

Sejumlah model iklim dari Amerika Serikat dan Eropa bahkan memperkirakan suhu permukaan laut di Pasifik tropis dapat meningkat lebih dari 3 derajat Celsius di atas rata-rata pada akhir tahun.

Para ahli mengingatkan bahwa dampak El Niño kali ini berpotensi lebih besar karena terjadi di tengah tren pemanasan global yang terus berlangsung akibat perubahan iklim.

"Kita perlu mengkhawatirkan dampaknya. El Niño saat ini terjadi di atas kondisi dunia yang sudah jauh lebih hangat akibat perubahan iklim," ujar Kepala Prediksi Bulanan hingga Dekade dari UK Met Office, Prof Adam Scaife dikutip dari BBC, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kombinasi El Niño dan pemanasan global dapat mendorong suhu dunia ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun 2027 bahkan diperkirakan berpeluang menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah pencatatan.

Dampak El Nino

Dampak El Niño biasanya berbeda di setiap wilayah. Di Amerika Selatan, terutama Peru dan Ekuador, fenomena ini sering memicu hujan lebat dan banjir. 

Sementara itu, wilayah seperti Australia, Indonesia, dan sebagian Amerika Selatan berisiko mengalami kekeringan yang lebih parah.

Bagi Indonesia, El Niño kerap dikaitkan dengan musim kemarau yang lebih panjang, berkurangnya curah hujan, meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian akibat menurunnya ketersediaan air.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.