Timur Tengah, Sinata.id - Situasi global kembali berada di titik genting setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai. Dampaknya bisa mengguncang dunia—hingga 20% pasokan energi global kini berada di ambang gangguan besar. Negosiasi Maraton Gagal Total Perundingan intens selama 21 jam di Islamabad berakhir tanpa hasil. Harapan meredakan konflik justru pupus, dengan kedua pihak saling menyalahkan.
Isu besar seperti program nuklir Iran dan kendali jalur strategis masih menjadi tembok tebal yang belum bisa ditembus. Selat Hormuz Bisa Jadi “Tombol Krisis Dunia” Perhatian dunia kini tertuju pada Selat Hormuz—jalur sempit tapi super vital yang menjadi arteri utama distribusi energi global.
Terletak di dekat Oman, jalur ini dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Jika terganggu, efeknya bisa langsung terasa di seluruh planet. Harga Minyak Terancam Meledak Konflik yang sudah berlangsung lebih dari enam minggu ini bukan hanya memakan korban jiwa, tetapi juga mulai menghantam ekonomi global.
Lonjakan harga minyak menjadi ancaman nyata. Jika situasi memburuk, bukan tidak mungkin dunia menghadapi krisis energi baru. Dunia Menahan Napas Meski sempat ada titik terang di beberapa isu, kegagalan negosiasi membuat jalan damai semakin jauh. Ketegangan yang terus meningkat bisa berubah menjadi konflik terbuka kapan saja.
Jika itu terjadi, dampaknya tak hanya regional—tetapi bisa memicu guncangan ekonomi global yang lebih luas.(A07)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.