Jakarta, Sinata.id – Kepolisian tengah menyelidiki kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka serius.
Kejadian itu berlangsung pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban berinisial R (15) meninggal dunia, sedangkan D (30) selamat dengan kondisi patah tulang dan kini menjalani perawatan.
- Korban Selamat Mengalami Patah Tulang
Korban selamat, D, dilaporkan tidak dalam kondisi kritis. Ia mengalami patah tulang pada bagian tangan akibat jatuh dari lantai empat.
“Tidak kritis, hanya mengalami patah tangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.
- Diduga Melompat karena Ingin Kabur
Berdasarkan keterangan sementara, kedua korban diduga melompat karena ingin melarikan diri dari tempat kerja. Mereka disebut tidak betah bekerja di lokasi tersebut.
Menurut keterangan saksi, para korban merasa tidak nyaman karena sikap majikan yang dinilai keras. Namun, hingga kini belum ada bukti adanya kekerasan fisik.
- Majikan Telah Diperiksa
Polisi telah memeriksa majikan kedua PRT tersebut untuk mendalami dugaan penyebab kejadian. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap hasil pemeriksaan secara rinci. Penanganan kasus masih dalam proses pendalaman.
- Agen Penyalur Ikut Diperiksa
Selain majikan, polisi juga berencana memeriksa agen penyalur PRT guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi kerja korban.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Kami ingin memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh, sekaligus memperhatikan kondisi korban yang selamat, termasuk proses pemulihannya,” ujarnya.
- Polisi Dalami Unsur Pidana
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya turut menangani kasus ini. Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana dalam peristiwa ini,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya.
Kronologi Singkat
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kedua korban ditemukan tergeletak di depan bangunan setelah terdengar suara benturan keras. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan memberikan pertolongan awal.
Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, R dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSAL Dr. Mintohardjo. Sementara D masih dirawat akibat luka yang dialaminya. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini