Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam forum diplomatik di Antalya, Turki.
Sementara itu, ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai permanen.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan atau pembatasan di kawasan ini berdampak langsung pada kenaikan harga energi global.
Kronologi Singkat Krisis Selat Hormuz
4 Maret 2026: Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara gabungan AS–Israel.
April 2026 (awal): Selat sempat dibuka sementara setelah gencatan senjata.
Kurang dari 24 jam: Iran kembali memberlakukan pembatasan ketat.
19 April 2026: Dua kapal Pertamina masih tertahan, pemerintah RI terus berkoordinasi.
Situasi di Selat Hormuz hingga kini masih dinamis dan menjadi perhatian dunia, mengingat perannya yang sangat strategis dalam distribusi energi global. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.