MENU
DPR RI Desak Pemerintah Gunakan Anggaran Darurat Selamatkan Korban Ben...
WA FB
Nasional

DPR RI Desak Pemerintah Gunakan Anggaran Darurat Selamatkan Korban Bencana Sumatera

G Editor : Gunawan Purba | 01 Dec 2025 | 22:34 WIB
DPR RI Desak Pemerintah Gunakan Anggaran Darurat Selamatkan Korban Bencana Sumatera
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus (kiri). Situasi pasca bencana pada salah satu lokasi di Sumatera Utara

Jakarta, Sinata.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus desak pemerintah segera gunakan anggaran darurat untuk mempercepat proses penyelamatan korban bencana di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat.

Tegas Lasarus, penyelamatan warga harus menjadi prioritas utama. Sehingga penggunaan anggaran tidak perlu menunggu persetujuan DPR RI, selama dilakukan secara akuntabel.

“Kalau memang dipandang perlu, ya pemerintah bisa menggunakan dana BA99 untuk segera melakukan langkah-langkah, tanpa harus persetujuan kita dulu, biar semuanya bisa cepat,” ucap Lasarus di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

Sebagaimana diketahui, BA99 singkatan dari Bagian Anggaran (BA) 99, yang merujuk pada dana darurat atau cadangan fiskal pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Bendahara Umum Negara (BUN).

Dana tersebut dirancang khusus untuk menangani kondisi gawat darurat, dan kebutuhan mendesak yang berada di luar perencanaan anggaran reguler APBN.

Fungsi utama dari dana BA99 untuk memastikan respons cepat terhadap krisis. Seperti bencana alam (banjir, longsor, gempa bumi), tanpa terhambat birokrasi penganggaran tahunan yang memakan waktu lama.

Lasarus mengatakan, setiap detik sangat berharga dalam operasi penyelamatan. Terutama pada masa krusial atau golden time.

“Karena yang namanya menyelamatkan orang kan hitungannya bisa detik, menit. Itu sangat berarti bagi mereka,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Lasarus juga mendorong Basarnas menggunakan dana darurat dengan segera. Harapannya, agar proses penyelamatan dapat dilakukan lebih maksimal.

“Kita setujui anggarannya, selama itu digunakan secara transparan dan akuntabel. Nanti tinggal dilaporin aja ke kita. Ada BPK dan BPKP yang akan mengaudit. Karena ini darurat,” tandasnya.

Pada rapat dengan BMKG dan Basarnas, Lasarus menyoroti pula skala bencana yang terjadi hampir bersamaan di tiga wilayah provinsi. Dia menyebut rangkaian kejadian berada pada kategori luar biasa.

“Kita sering mengalami banjir, tanah longsor, tapi menurut saya kejadian kali ini di Aceh, kemudian di Sumut, dan di Sumatera Barat ini anomali pak, masuk kategori kejadian yang luar biasa dengan korban 700 hampir 800 orang yang meninggal, plus yang masih hilang,” paparnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.