Teheran, Sinata.id – Ketegangan militer yang memanas di Timur Tengah belum menghentikan mesin ekspor energi Iran. Di tengah serangan udara dan risiko konflik yang semakin meluas, aktivitas pemuatan minyak mentah di terminal utama Pulau Kharg masih terpantau berlangsung.
Informasi dihimpun Selasa (10/3/2026), data citra satelit terbaru menunjukkan sejumlah kapal tanker raksasa masih bersandar di sekitar pulau tersebut untuk mengangkut minyak mentah Iran menuju pasar internasional. Aktivitas ini terjadi hanya beberapa hari setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Citra dari Copernicus Browser milik Uni Eropa memperlihatkan sedikitnya dua kapal tanker super besar jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) berada di dermaga pemuatan di kedua sisi Pulau Kharg. Setiap kapal berkapasitas sekitar dua juta barel minyak mentah.
Baca Juga: Isu Status Siaga 1 TNI Mencuat, DPR Minta Penjelasan Langsung dari Panglima
Tidak hanya itu, beberapa kapal tanker lainnya juga terlihat berlabuh di perairan sekitar pulau. Tercatat lima VLCC dan dua tanker jenis Suezmax, yang masing-masing mampu membawa sekitar satu juta barel minyak mentah, menunggu giliran memuat kargo energi tersebut.
Meski demikian, analis menyebut belum ada citra satelit terbaru setelah tanggal pengamatan tersebut. Artinya, belum dapat dipastikan apakah operasi pemuatan masih berjalan dengan ritme yang sama setelah eskalasi konflik semakin meningkat.
Pulau Kharg sendiri merupakan jantung ekspor minyak Iran. Terminal di pulau kecil yang berada di Teluk Persia itu menangani lebih dari 90 persen pengiriman minyak mentah negara tersebut ke pasar dunia.
Karena perannya yang sangat vital, Kharg sering disebut sebagai “urat nadi” ekonomi energi Iran. Dari pulau inilah minyak dari ladang-ladang besar di daratan Iran dialirkan melalui jaringan pipa sebelum dimuat ke kapal tanker raksasa untuk dikirim ke berbagai negara.
Selain terminal Kharg, Iran juga dilaporkan tetap menyalurkan minyak dari terminal lain, termasuk fasilitas ekspor di Jask yang berada di sisi timur Selat Hormuz. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Teheran untuk menjaga aliran ekspor energi tetap berjalan meskipun kawasan Teluk berada dalam situasi yang sangat tegang.
Bagi pasar energi global, keberlanjutan aktivitas di Pulau Kharg menjadi faktor penting. Setiap gangguan pada terminal tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia karena sebagian besar ekspor Iran bergantung pada fasilitas ini.
Dengan kata lain, di tengah dentuman konflik dan tekanan geopolitik, tanker-tanker minyak masih terus berlayar dari Kharg. Sebuah sinyal bahwa bagi Iran, menjaga aliran minyak tetap berjalan adalah prioritas strategis—bahkan ketika risiko perang semakin nyata. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini