MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Di Persimpangan Fiskal, Antara Tambah Utang atau Krisis 1998 Terulang
WA FB
Nasional

Di Persimpangan Fiskal, Antara Tambah Utang atau Krisis 1998 Terulang

G Editor : Gunawan Purba | 17 Feb 2026 | 21:06 WIB
Di Persimpangan Fiskal, Antara Tambah Utang atau Krisis 1998 Terulang
Menteri Keuangan, Purbaya

Jakarta, Sinata.id - Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan arah kebijakan fiskal pemerintah di tengah tekanan ekonomi global yang menguat sejak awal tahun.

Dalam situasi yang sarat tantangan, pemerintah, kata dia, harus menentukan pilihan strategis yang paling minim risiko bagi masyarakat.

Perlambatan ekonomi yang terjadi belakangan ini dinilai memaksa pemerintah bertindak cepat namun tetap terukur.

Purbaya mengingatkan, pengalaman pahit krisis keuangan 1998 menjadi pelajaran berharga agar setiap kebijakan yang diambil saat ini tidak gegabah dan tetap mengedepankan kehati-hatian.

“Situasinya kemarin terpaksa karena perlambatan signifikan. Pilihannya apa? Kembali ke kondisi seperti 1998, atau menambah utang sedikit agar ekonomi selamat, lalu setelah itu kita tata ulang,” ujar Purbaya, beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, keputusan menambah utang ditempuh sebagai langkah stimulus agar aktivitas ekonomi tidak terhenti. Menurutnya, mencegah krisis sistemik jauh lebih penting sebelum pemerintah melakukan konsolidasi dan penyehatan anggaran.

Konsep “tata ulang” yang disampaikan mencakup upaya memperbaiki struktur APBN setelah kondisi ekonomi stabil. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mengoptimalkan penerimaan negara serta meningkatkan efisiensi belanja sebagai bagian dari konsolidasi fiskal.

Purbaya memastikan, ekspansi fiskal yang ditempuh bersifat sementara. Setelah ekonomi kembali solid, pemerintah akan fokus merapikan kembali anggaran negara agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, ia juga mendorong sektor jasa keuangan untuk tetap percaya diri dalam menyalurkan likuiditas. Dukungan pembiayaan dinilai penting agar dunia usaha tetap bergerak, sehingga pemulihan ekonomi bisa berlangsung lebih cepat tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat. (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.