MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Desa Terpencil Lantosan Rogas Kirim Pesan Kuat: Akses Terbatas Tak Hal...
WA FB
Regional

Desa Terpencil Lantosan Rogas Kirim Pesan Kuat: Akses Terbatas Tak Halangi Semangat Umat

G Editor : Gunawan Purba | 12 Apr 2026 | 18:37 WIB
Desa Terpencil Lantosan Rogas Kirim Pesan Kuat: Akses Terbatas Tak Halangi Semangat Umat
Pengajian Akbar Bulanan Pemkab Tapsel

Tapsel, Sinata.id - Desa Lantosan Rogas yang selama ini dikenal sebagai wilayah terpencil di Kecamatan Angkola Timur justru menunjukkan denyut kebersamaan yang kuat.

Ribuan jamaah memadati desa itu dalam Pengajian Akbar bulanan Pemerintah Kabupaten (Pmkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama BKMT Kasih Ibu, Minggu, (12/4/2026).

Kegiatan yang baru pertama kali digelar di desa tersebut setelah penantian 15 tahun, menjadi penegas, bahwa keterbatasan akses bukan penghalang bagi masyarakat untuk merawat tradisi keagamaan dan solidaritas sosial.

Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbuddin Ritonga yang hadir mewakili Bupati Gus Irawan Pasaribu, menyinggung langsung tantangan infrastruktur menuju lokasi. Ia memastikan persoalan jalan hingga kebutuhan air bersih telah masuk dalam prioritas pemerintah daerah.

“Akses ke desa ini memang tidak mudah, tetapi justru menjadi perhatian serius kami. Aspirasi masyarakat terus kami dorong untuk direalisasikan,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan wilayah terpencil menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan di Tapanuli Selatan. Ia juga mengajak masyarakat tetap solid, terutama dalam masa pemulihan pascabencana yang melanda daerah itu.

Di balik keterbatasan, warga Lantosan Rogas justru tampil sebagai tuan rumah yang hangat. Gotong royong terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan, melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga anak-anak.

Tokoh masyarakat, Tongku Parlaungan, menyebut momen ini sebagai kebanggaan yang lama dinantikan.

“Kami tidak melihat jauhnya jarak, tapi kebersamaan yang datang. Ini menjadi sejarah bagi desa kami,” katanya.

Ketua BKMT Kasih Ibu Angkola Timur, Dewi Darma Ritonga menilai, kegiatan tersebut bukan sekadar pengajian, tetapi simbol kuatnya ikatan sosial masyarakat.

Bahkan, panitia dan aparat kecamatan disebut rela menginap demi memastikan acara berjalan lancar.

“Kalau hati sudah terpaut pada pengajian, tidak ada lagi kata jauh,” ujarnya.

Pengajian juga diwarnai pemberian apresiasi kepada rombongan jamaah, serta penyaluran bantuan Al-Qur’an, dana pembinaan, dan dukungan bagi kegiatan keagamaan di desa.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muslimin Siregar mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah pasca-Ramadan. Ia mengajak jamaah memperbanyak amalan, mempererat silaturahmi, dan terus menuntut ilmu.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.