Jakarta, Sinata.id β Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi bagi korban bencana saat bertemu Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Sodik Mudjahid, di Jakarta, Senin, (20/4/2026).
Dalam pertemuan di kantor pusat BAZNAS, Gus Irawan menekankan bahwa fase rehabilitasi pascabencana tidak cukup berhenti pada penyediaan tempat tinggal.
βTantangan berikutnya adalah memastikan warga terdampak memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,β ujarnya.
Pemkab Tapanuli Selatan mencatat pembangunan huntap telah memasuki tahap signifikan. Sebanyak 120 unit rumah selesai dibangun, dari target 227 unit dalam satu kawasan yang dijadwalkan rampung akhir April 2026.
Pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 30 hektare lahan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, sementara seluruh korban kini telah direlokasi ke hunian sementara.
Gus Irawan mengajukan konsep pengembangan huntap berbasis kawasan ekonomi produktif. Sekitar 20-28 hektare lahan disiapkan untuk budidaya perikanan sistem bioflok, peternakan ayam petelur dan pedaging, serta pertanian jagung sebagai bahan pakan.
Skema itu diarahkan untuk menciptakan pusat ekonomi baru yang terhubung dengan pasar melalui BUMD dan kebutuhan konsumsi daerah.
Menurutnya, langkah tersebut mendesak, mengingat dampak bencana terhadap ekonomi daerah cukup besar. Pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan yang sebelumnya di atas 5 persen turun menjadi sekitar 2,4 persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengembangkan inovasi pertanian melalui varietas padi Gama Gora guna memulihkan produktivitas lahan terdampak gagal panen.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyatakan lembaganya menyambut konsep tersebut dan siap menindaklanjuti melalui asesmen bersama BAZNAS daerah. Ia menegaskan arah kebijakan pendayagunaan zakat kini difokuskan pada program produktif dan berkelanjutan.
βZakat tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan secara permanen,β kata Sodik.
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pembangunan hunian tetap sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan melalui pendekatan terintegrasi antara infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini