MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Berharap Hanya kepada Tuhan: Kunci Pembebasan Sejati di Tengah Pencoba...
WA FB
Religi

Berharap Hanya kepada Tuhan: Kunci Pembebasan Sejati di Tengah Pencobaan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 13 Nov 2025 | 05:12 WIB
Berharap Hanya kepada Tuhan: Kunci Pembebasan Sejati di Tengah Pencobaan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Mis. Ev. Daniel Pardede, SH.MH. Mazmur 130:7

“Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel (umat Tuhan yang berbahagia)! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.”

Anak-anak Tuhan yang berbahagia,

Dalam kehidupan, sering kali kita diperhadapkan pada banyak persoalan — di pekerjaan, sekolah, lingkungan, bahkan dalam rumah tangga. Kadang kita merasa berada di persimpangan dengan banyak arah jalan, tidak tahu harus memilih yang mana.

Kita ingin mencoba semua cara agar cepat sampai pada tujuan. Namun, justru karena terlalu banyak arah, kita menjadi lelah, bingung, ragu, dan kehilangan keyakinan.

Padahal, hanya ada satu jalan yang benar, yaitu jalan yang membawa kita kepada Tuhan. Ketika kita memilih jalan yang salah — atau menempuh terlalu banyak jalan yang bukan kehendak Tuhan — kita tidak akan menemukan apa yang kita cari. Kita justru semakin terpuruk karena menjauh dari sumber pengharapan sejati, yaitu Tuhan sendiri.

Berharap kepada Tuhan di Tengah Pencarian

Saat ini, kita mendengar kabar tentang seorang gadis muda bernama Maria Gabriella (16 tahun) yang telah hilang selama seminggu. Handphone-nya sudah tidak aktif, dan berbagai usaha telah dilakukan oleh keluarga, kerabat, dan aparat kepolisian. Namun, belum juga ditemukan jejaknya.

Banyak jalan sudah ditempuh, banyak cara sudah dicoba — tetapi hasilnya tetap sama. Di saat seperti inilah kita diingatkan: ada satu jalan yang harus dilalui untuk menemukan jawaban, yaitu jalan berharap kepada Tuhan.

Namun pertanyaannya: Apakah kita sungguh mengandalkan kuasa Tuhan dalam pengharapan kita, atau kita sekadar menambahkan Tuhan di antara berbagai cara yang kita lakukan?

Firman Tuhan mengingatkan, “Ora et labora” — berdoa dan bekerja. Tetapi jangan sampai kerja kita menjadi lebih besar daripada doa kita. Sebab, jika akar pengharapan kita bukan Tuhan, maka semua usaha kita akan rapuh dan gagal.

Jangan Berharap kepada Manusia

Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka lebih mengandalkan manusia daripada Tuhan.

Yesaya 2:22 berkata,

“Janganlah berharap kepada manusia, sebab ia tidak lebih dari embusan nafas; apakah ia dapat dianggap berharga?”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.