Jakarta, Sinata.id – Unggahan akun Instagram Perupadata yang menampilkan daftar Utusan Khusus dan Penasihat Khusus Presiden RI memicu perbincangan di media sosial.
Perhatian publik terutama tertuju pada bertambahnya jumlah pejabat yang mengisi posisi strategis di lingkungan Istana.
Dalam unggahan bentuk infografik tersebut, tercatat sedikitnya 7 Utusan Khusus Presiden dan 10 Penasihat Khusus Presiden.
Nama terbaru yang masuk dalam jajaran penasihat khusus adalah Said Iqbal.
Tokoh buruh nasional itu ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada 8 Juni 2026.
Pengangkatan Said Iqbal menambah daftar penasihat khusus yang sebelumnya telah diisi sejumlah tokoh nasional, antara lain Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Dudung Abdurachman, Purnomo Yusgiantoro, Muhadjir Effendy, Bambang Brodjonegoro, Terawan Agus Putranto, Ahmad Dofiri, dan Hasan Nasbi.
Sementara itu, posisi Utusan Khusus Presiden diisi oleh sejumlah figur yang menangani isu-isu spesifik, mulai dari ketahanan pangan, ekonomi dan pertanian, perdagangan internasional, pariwisata, hingga pembinaan generasi muda.
Di media sosial, banyaknya jumlah utusan dan penasihat khusus presiden menjadi bahan diskusi publik.
Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun Okki Supratama yang menulis, “So many advisors, no advice taken” atau “Begitu banyak penasihat, tetapi tidak ada nasihat yang dijalankan.”
Komentar tersebut mendapat respons luas dari pengguna media sosial lainnya dan mencerminkan kritik sebagian publik terhadap efektivitas keberadaan berbagai jabatan khusus di lingkungan kepresidenan.
Di sisi lain, pendukung kebijakan tersebut menilai keberadaan utusan dan penasihat khusus diperlukan untuk membantu presiden menangani beragam persoalan yang semakin kompleks.
Dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda-beda, para pejabat tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif.
Masuknya Said Iqbal ke lingkaran Istana juga dinilai menarik perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu tokoh vokal yang memperjuangkan hak-hak buruh.
Kini, publik menunggu sejauh mana peran barunya dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini