Namun, Trump disebut tidak terdampak langsung dan telah menerima pengarahan dari Dinas Rahasia terkait situasi tersebut.
Trump bahkan memutuskan membatalkan agenda libur panjang Hari Pahlawan dan tetap berada di Gedung Putih di tengah meningkatnya perhatian terhadap situasi Iran.
Sementara itu, otoritas belum merilis identitas resmi pelaku. Namun sumber penegak hukum menyebut pria tersebut diduga bernama Nasire Best (21), yang sebelumnya pernah beberapa kali berurusan dengan Dinas Rahasia.
Pada Juni 2025, Best sempat ditahan setelah memblokir akses masuk Gedung Putih sambil mengaku sebagai “tuhan”.
Ia kemudian menjalani pemeriksaan kejiwaan di Institut Psikiatri Washington.
Sebulan setelahnya, pria itu kembali ditangkap karena mencoba memasuki kompleks Gedung Putih secara paksa.
Penyelidikan sebelumnya juga menemukan sejumlah unggahan media sosial yang mengandung ancaman, termasuk klaim dirinya sebagai “Osama bin Laden yang sebenarnya” serta keinginan untuk mencelakai Trump. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini