MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Bahaya Mengeraskan Hati (Bagian II)
WA FB
Religi

Bahaya Mengeraskan Hati (Bagian II)

F Editor : Ferry SP Sinamo | 17 Nov 2025 | 04:40 WIB
Bahaya Mengeraskan Hati (Bagian II)
Pdt. Manser Sagala, M.Th

*3. Jauh dari Kebenaran dan Kehilangan Kepekaan Rohani*

​Mengeraskan hati membuat seseorang semakin buta terhadap kebenaran Tuhan dan semakin nyaman dalam dosa. ​Ayat Kunci: ​"Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka." (Roma 1:24) ​"Mereka yang telah kehilangan kepekaan menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran." (Efesus 4:19) ​Penjelasan: Ketika seseorang berulang kali menolak teguran Roh Kudus, pada akhirnya Allah mengizinkan orang itu berjalan dalam jalannya sendiri dan mengikuti hawa nafsunya (prinsip yang juga terlihat pada Firaun, Keluaran 9:12; Roma 9:18). Hati menjadi degil dan kehilangan kepekaan terhadap dosa dan suara Tuhan, sehingga semakin mudah jatuh ke dalam kecemaran.

*4. Jatuh ke dalam Malapetaka**

​Orang yang keras hati tidak akan diberkati, melainkan akan menuai konsekuensi negatif dari perbuatannya. ​Ayat Kunci: ​"Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka." (Amsal 28:14) ​Penjelasan: Kebahagiaan datang dari sikap takut akan Tuhan, yaitu tunduk dan taat. Sebaliknya, kekerasan hati adalah tindakan kesombongan dan pemberontakan yang menarik hukuman dan celaka ke dalam hidupnya.

​ *5. Tidak Dapat Bertobat Lagi (Penghakiman Penuh)* ​Jika kekerasan hati dilakukan secara terus-menerus hingga batas tertentu, ada titik di mana pertobatan menjadi tidak mungkin.

Oleh karena itu kesempatan yg Tuhan Berikan kepada kita ,mari kita pergunakan sebaik mungkin untuk mengasihi Tuhan.(A27).

Cp konseling dan Permohonan Doa 0811762709 Manser Sagala ​

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.