Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasi ke Kementan

antisipasi kemarau ekstrem 2026, bupati taput usulkan penguatan irigasi ke kementan
Bupati Taput JTP Hutabarat menghadiri rakornas antisipasi musim kemarau di Kementerian Pertanian. (diskominfotaput)

Taput, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi ancaman musim kemarau ekstrem tahun 2026.

Hal ini disampaikan Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, saat mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) antisipasi musim kemarau yang dipimpin Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/4/2026).

Advertisement

Dalam rakornas tersebut, Bupati JTP Hutabarat didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) SEY Pasaribu. Forum strategis ini mempertemukan kepala daerah dari seluruh Indonesia bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan sektor pertanian untuk membahas langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan ekstrem tahun ini.

Baca Juga  Bupati Taput Dorong Penetapan Kawasan Wisata Muara dan Penguatan Ekonomi Lokal

JTP Hutabarat menegaskan, keikutsertaan Kabupaten Taput dalam rakornas ini sangat penting guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Pemkab Taput berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Taput juga menyampaikan usulan teknis kepada Kementan sebagai langkah konkret mitigasi dampak kekeringan. Usulan tersebut meliputi pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi tersier.

Menurutnya, penguatan sistem irigasi, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi adaptif menjadi kunci agar sektor pertanian tetap produktif saat curah hujan menurun. Melalui pembangunan irigasi perpompaan dan tersier, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan tetap stabil dan merata.

Baca Juga  Bupati Taput Evaluasi Internet Satelit Bakti Komdigi di Sekolah

Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional ini, Pemkab Taput menargetkan tersusunnya langkah antisipasi yang lebih terukur dan sistematis, guna menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus melindungi kesejahteraan petani selama musim kemarau 2026. (SN15)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini