Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Paparan Musik Keras Odong-odong, Psikolog Ungkap Dampak Serius bagi Anak

odong-odong beroperasi dengan musik keras yang ditumpangi anak-anak di pematangsiantar menyimpan dampak yang serius.
Kereta hias odong-odong di Pematangsiantar. (Foto:ist)

Pematangsiantar, Sinata.id – Keceriaan yang ditawarkan kereta hias odong-odong beroperasi dengan musik house atau keras yang ditumpangi anak-anak di Pematangsiantar ternyata menyimpan dampak yang serius, mulai dari kesehatan fisik sampai psikologis anak.

Dampak Serius Odong-odong Bagi Psikologis Anak

Dampak tersebut pun menambah deretan persoalan atas kehadiran odong-odong yang kerap mengganggu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat. Merespons hal ini publik mendesak agar wahana hiburan disingkirkan, sebagian lainnya meminta diatur supaya tidak mengganggu kenyamanan.

Advertisement

Lantas bagaimana bisa paparan musik keras berdampak serius bagi anak-anak? Menurut Psikolog Christina Oktavia Hasibuan, anak yang terbiasa mendengarkan musik keras bisa mengalami gangguan pendengaran, kesulitan berkonsentrasi pada suara pelan, dan berisiko mengalami kerusakan pada sel dan saraf pendengaran.

Baca Juga  Terminal Tanjung Pinggir Ramai Jelang Lebaran 2026, Penumpang Meningkat 30 Persen

Menurutnya, dari efek ini bisa terlihat dari menurunnya kualitas tidur, konsentrasi di sekolah, minat belajar, tingkat stres, hingga tekanan darah anak.

“Musik memang bisa meningkatkan suasana hati, namun pemilihan jenis musik sangat penting, terutama bagi anak-anak. Musik yang ideal untuk anak adalah yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan pengalaman sehari-hari mereka. Sebaliknya, musik bising dengan lirik dewasa dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan psikologis anak,” ujar dia dihubungi Sinata.id, Kamis, 10 April 2025.

Dijelaskannya, selain paparan musik yang bising, lirik yang tidak sesuai untuk anak juga dapat berdampak buruk, karena tidak sesuai dengan kondisi emosional, intelektual dan penguasaan bahasa. Dalam hal ini anak dipaksa menghayati emosi yang belum dikenalnya dan dapat merusak pola pikirnya.

Baca Juga  Pengusutan Belum Berhenti, Kasus Korupsi IMB Telkom yang Pernah Periksa Esron Sinaga

“Hal ini sejalan dengan penelitian yang diterbitkan jurnal Scientific Reports, mereka melaporkan anak yang terbiasa mendengar musik bising mengalami kerusakan pendengaran awal (merusak sel-sel kecil di dalam telinga), bahkan merusak saraf pendengaran yang membawa sinyal dari sel-sel rambut ke otak,” imbuhnya.

Tak cuma anak, bagi siapapun yang mendengarkan musik terlalu keras bisa mendengarkan dengungan beberapa saat setelah musik selesai, tetapi hal tersebut bisa menjadi indikator awal dari kerusakan pendengaran akibat kebisingan.

“Sebaliknya, musik yang menenangkan bisa menjadi media terapi kesehatan fisik dan mental, karena mendatangkan pencerahan dan membangun keimanan,” ujarnya. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini