Jakarta, Sinata.id – Istana Kepresidenan merespons ultimatum yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah terkait desakan perbaikan kondisi ekonomi nasional dalam waktu 18 hari.
BEM SI sebelumnya memberikan tenggat waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan ekonomi. Jika tidak terpenuhi, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi bertajuk Reformasi Jilid II.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah menghargai seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai bentuk masukan bagi penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menegaskan, meski pemerintah menerima kritik tersebut, penyelesaian persoalan ekonomi tidak dapat dilakukan secara instan dengan batas waktu tertentu.
“Kami menerima aspirasi tersebut sebagai masukan kepada pemerintah. Namun, tidak semua hal bisa dicapai dengan tenggat waktu yang sudah ditetapkan,” ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dilansir Selasa (9/6/2026).
Prasetyo menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, sehingga membutuhkan proses dan kebijakan yang berkelanjutan.
Meski demikian, ia menilai tenggat waktu 18 hari yang disampaikan mahasiswa dapat dimaknai sebagai dorongan moral agar pemerintah bekerja lebih cepat dan responsif.
Di sisi lain, respons juga datang dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menilai bahwa persoalan ekonomi, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan merupakan tantangan bersama seluruh elemen bangsa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.
“Kita semua harus bergotong royong menyelesaikan masalah ini,” ujar Hasto.
Hasto juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan arahan langsung untuk memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan iklim investasi di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap kondisi ekonomi nasional.
Sementara itu, Istana menegaskan optimisme bahwa berbagai kebijakan yang telah dan sedang dijalankan pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas serta memperkuat pemulihan ekonomi nasional di tengah dinamika global. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini