JAKARTA, Sinata.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra pada awal Juni 2026.
Provinsi Aceh dan Riau menjadi daerah yang melaporkan kejadian karhutla dengan luasan lahan terbakar yang cukup signifikan.
Di Provinsi Aceh, karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Barat yang meliputi tiga gampong pada dua kecamatan, yakni Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung di Kecamatan Bubon serta Gampong Lapang di Kecamatan Johan Pahlawan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luasan lahan yang terbakar akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu (30/5/2026) mencapai 13 hektare.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta asap tebal yang mengganggu jarak pandang petugas.
Hingga Senin (1/6/2026), tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Aceh Barat, Damkar Kecamatan Woyla, dan personel TNI masih berupaya memadamkan api di Kecamatan Bubon. Sementara kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan dilaporkan telah padam sepenuhnya.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Kebakaran yang terjadi di Kampung Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 13.15 WIB menghanguskan sekitar satu hektare lahan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Bener Meriah bersama armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Utama.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Simpang 4 Rajawali, Kecamatan Ketol.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini