BEIRUT, Sinata.id – Ribuan warga mulai meninggalkan wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, setelah pemerintah Israel memerintahkan serangan terhadap kawasan yang dikenal sebagai basis utama kelompok Hizbullah tersebut, Senin (1/6/2026).
Jalan-jalan utama menuju luar kawasan dilaporkan dipadati kendaraan warga yang berupaya menyelamatkan diri menyusul pengumuman serangan yang disampaikan oleh pemerintah Israel pada pagi hari waktu setempat.
Menurut laporan dari lapangan, banyak keluarga langsung mengemasi barang-barang penting dan meninggalkan rumah mereka sesaat setelah pernyataan resmi dikeluarkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Situasi semakin sulit karena sebagian besar tempat penampungan darurat yang dikelola pemerintah Lebanon dilaporkan telah penuh. Banyak warga akhirnya memilih bertahan di dalam kendaraan sambil menunggu perkembangan situasi keamanan.
Israel Ancam Tak Ada Ketenangan di Beirut
Dalam pernyataannya, Israel Katz menegaskan bahwa tidak akan ada ketenangan di Beirut jika serangan Hizbullah terhadap wilayah Israel terus berlanjut.
“Jika tidak ada ketenangan di Israel utara, maka tidak akan ada ketenangan di Beirut,” tegas Katz, dikutip dari Aljazeera.
Ia juga menyatakan militer Israel akan terus melakukan operasi terhadap posisi dan infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan, serta berupaya menjadikan kawasan Sungai Litani sebagai zona keamanan yang berada di bawah kendali militer Israel.
Ancaman tersebut muncul sehari setelah pasukan Israel merebut Kastel Beaufort di Lebanon selatan, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan pernah digunakan Israel sebagai basis militer selama pendudukan wilayah Lebanon selatan hingga tahun 2000.
Netanyahu menyebut keberhasilan merebut kastel tersebut sebagai “perubahan dramatis” dalam operasi militer Israel melawan Hizbullah dan menegaskan bahwa pasukannya akan memperluas penguasaan wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali kelompok tersebut.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini