Oleh : PS Dion Ponomban
Saat teduh Abba Home Family pada Rabu, 27 Mei 2026, mengangkat pesan tentang pentingnya pemuridan, kasih kepada jiwa-jiwa, serta panggilan setiap orang percaya untuk menjadi serupa Kristus melalui pelayanan yang nyata.
Dalam pengantar renungan disampaikan bahwa akhir dari pemuridan adalah ketika seseorang menjadi serupa Kristus dan mulai bekerja memenuhi panggilan Allah, yakni memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus serta menuntun jiwa baru untuk bertumbuh menjadi serupa Kristus dan melakukan hal yang sama kepada orang lain.
Renungan tersebut juga mengajak jemaat melakukan refleksi pribadi melalui sejumlah pertanyaan mendasar seperti: “Masihkah anda melakukan pemuridan? Masihkah anda menemani manusia? Masihkah anda mengasihi Tuhan? Masihkah anda mengasihi jiwa-jiwa?”
Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 9:35-38 yang menggambarkan pelayanan Yesus kepada banyak orang.
Dalam nas tersebut dijelaskan bahwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa untuk mengajar di rumah-rumah ibadat, memberitakan Injil Kerajaan Sorga, serta menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan.
Ayat 36 menegaskan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan ketika melihat banyak orang hidup dalam keadaan lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Selanjutnya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit, sehingga mereka diminta berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian tersebut.
Selain menyoroti pelayanan pengajaran firman, renungan ini juga menegaskan pentingnya pelayanan mujizat dan kesembuhan sebagai bagian dari pemuridan. Jemaat diajak untuk tetap percaya bahwa mujizat Tuhan masih nyata dalam pelayanan hingga hari ini.
Dalam sesi perenungan, jemaat diberikan sejumlah pertanyaan reflektif untuk dijawab secara pribadi, yaitu:
- Apa yang menggerakkan Yesus dalam pelayanan? (ayat 36).
- Apa yang Yesus lakukan saat berjalan keliling? (ayat 35).
- Seberapa penting pelayanan mujizat dan kesembuhan dalam pemuridan? (ayat 35).
- Masihkah ada mujizat dalam pelayanan dan pemuridanmu?
- Bagaimana kondisi jiwa yang Yesus lihat? (ayat 36).
- Masihkah engkau terbeban atas mereka yang jiwanya lelah? Kapan terakhir engkau berbicara dengan mereka?
Renungan ditutup dengan ajakan agar setiap orang percaya tetap memiliki hati yang peduli terhadap jiwa-jiwa yang lelah, terluka, dan membutuhkan pengharapan, sekaligus tetap setia menjalankan pemuridan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jiwa-jiwa yang lelah tidak selalu membutuhkan banyak kata, tetapi membutuhkan seseorang yang mau hadir, mendengar, dan membawa mereka kepada kasih Kristus.”(A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini