Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K β€’ 2.6K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB PALOPO β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 – WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Warga Soroti Pengelolaan Dana BUMDes Jahe Mulana Rp143 Juta di Taput

warga soroti pengelolaan dana bumdes jahe mulana rp143 juta di taput
Lahan yang dikelola BUMDes Jahe Mulana

Taput, Sinata.id – Warga Desa Siabal-abal V, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara soroti pengelolaan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jahe Mulana Tahun 2025 sebesar Rp143 juta.

Warga menduga pengelolaan dana bermasalah, seiring dengan hasil panen dari pengelolaan lahan dinilai cukup kecil dibanding dana penyertaan modal yang diterima BUMDes tersebut

Advertisement

Sorotan warga muncul setelah usaha pertanian bawang merah yang dikelola BUMDes tersebut hanya menghasilkan pendapatan panen sebesar Rp10,8 juta pada tahun 2026 dari lahan seluas 17 rante.

Seorang warga sekitar, J Simanjuntak mengatakan, persoalan tersebut telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat karena dinilai tidak sebanding antara modal yang dikucurkan dengan hasil panen yang diperoleh.

Baca Juga  Lokasi Baru Sudah Diajukan, Survei Sekolah Rakyat di Toba Belum Juga Dimulai

β€œDana penyertaan BUMDes tahun 2025 sebesar Rp143 juta, tetapi hasil panen hanya Rp10,8 juta. Ini menjadi pembahasan masyarakat karena diduga ada penyimpangan anggaran,” ujar Simanjuntak.

Warga juga menduga adanya pengadaan barang dengan harga tidak wajar dalam pengelolaan usaha tersebut. Mereka meminta aparat penegak hukum (APH) menggelar penyelidikan terhadap penggunaan dana BUMDes Jahe Mulana.

Katanya, kecurigaan masyarakat semakin menguat setelah Sekretaris dan Bendahara BUMDes mengundurkan diri dari kepengurusan. Kondisi itu membuat pengelolaan kegiatan BUMDes diduga dikendalikan sepenuhnya oleh Ketua BUMDes, Parlindungan Pardede.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (21/5/2026), Ketua BUMDes Jahe Mulana, Parlindungan Pardede membenarkan pihaknya menerima dana penyertaan modal sebesar Rp143 juta dan hasil panen bawang merah hanya mencapai Rp10,8 juta.

Baca Juga  Bupati Taput Tekankan Disiplin ASN dan Optimalisasi Aset Daerah

Menurutnya, rendahnya hasil produksi disebabkan faktor cuaca, terutama tingginya curah hujan yang menyebabkan banyak tanaman rusak.

β€œKarena musim hujan, banyak tanaman yang rusak. Untuk lahan BUMDes luasnya sekitar 17 rante dan dikontrak Rp2 juta per tahun,” jelas Parlindungan.

Terkait pengunduran diri sekretaris dan bendahara BUMDes, ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti keduanya memilih mundur dari kepengurusan. (SN15)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini