Tapanuli Tengah, Sinata.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran.
Kenaikan harga mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional, khususnya Pasar Pandan. Para pedagang menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak pada distribusi dan pasokan barang, sehingga memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.
Salah seorang pedagang di Pasar Pandan, Boru Pasaribu, mengatakan kenaikan harga bahan pokok kerap terjadi saat cuaca ekstrem melanda.
“Biasanya kalau cuaca ekstrem seperti sekarang, pasokan dari pemasok terganggu. Cabai, tomat, sampai minyak curah pasti ikut naik. Itu sudah biasa terjadi,” ujarnya, Jumat (3/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya tomat yang naik dari Rp12 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram. Harga minyak goreng curah juga meningkat dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.
Selain itu, harga cabai merah naik dari Rp22 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Harga daging ayam turut mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram, sementara kelapa kini dijual Rp7 ribu per butir.
Kenaikan harga bahan pokok tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama warga yang masih berupaya pulih dari dampak banjir bandang.
Samsiah, warga Sibuluan, mengaku kondisi ekonomi masyarakat hingga kini belum sepenuhnya stabil. Banyak warga masih berusaha bangkit setelah mengalami kerugian akibat bencana.
“Sekarang ekonomi masih sulit setelah banjir. Banyak barang di rumah rusak, termasuk elektronik. Tapi harga bahan pokok malah naik,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar beban masyarakat tidak semakin berat.
“Harapannya harga sembako jangan terus naik. Kasihan masyarakat yang baru saja terkena musibah. Pemerintah harus bijak melihat kondisi ini,” pungkasnya. (SN16)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini