Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Kamboja Deportasi 2.671 WNA, Mayoritas Terlibat Penipuan Daring

kamboja deportasi 2.671 wna, mayoritas terlibat penipuan daring
Ilustrasi bendera Kamboja. (antara)

Phnom Penh, Sinata.id – Pemerintah Kamboja mendeportasi sebanyak 2.671 warga negara asing (WNA) ke negara asal masing-masing akibat berbagai pelanggaran hukum selama periode 20–30 April 2026.

Dilansir dari laporan yang dikutip ANTARA dan Khmer Times, Selasa (5/5/2026), ribuan WNA tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Vietnam, Afrika Selatan, Kamerun, Ghana, China, Laos, Myanmar, Nigeria, Amerika Serikat, India, Bangladesh, Sri Lanka, Rusia, Jerman, Thailand, dan Malaysia.

Advertisement

Sebagian besar dari mereka terjerat kasus penipuan daring (online scam), migrasi ilegal, hingga pemalsuan dokumen.

Data menunjukkan bahwa warga asal China dan Thailand mendominasi kasus tertentu. Sebanyak 306 warga China dan 635 warga Thailand teridentifikasi terlibat dalam jaringan penipuan daring.

Baca Juga  Sister Orange, Kreator Konten China Hilang di Kamboja Usai Temui Kekasih

Selain itu, sejumlah WNA juga didakwa atas pelanggaran lain, seperti tinggal tanpa dokumen resmi, penggunaan visa palsu, penculikan, serta aktivitas kerja ilegal di wilayah Kamboja.

Langkah deportasi ini merupakan bagian dari operasi besar otoritas Kamboja dalam menertibkan keberadaan warga asing yang melanggar hukum.

Sejumlah pengamat regional menilai tindakan tegas tersebut sebagai upaya pemerintah Kamboja untuk memperbaiki citra negara, khususnya dalam memerangi kejahatan transnasional yang selama ini menjadi sorotan, terutama terkait maraknya praktik penipuan daring.

Pemerintah Kamboja juga disebut terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga asing guna memastikan kepatuhan terhadap aturan imigrasi dan hukum pidana yang berlaku. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini