Bogor, Sinata.id – Sebanyak 68 pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh Indonesia “digembleng” dalam pelatihan intensif selama 12 hari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan bertajuk Senior Disaster Management Training (SDMT) ini resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pada Senin (4/5/2026) di Pusat Pendidikan dan Latihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB).
Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk berada di belakang saat bencana terjadi. Justru, para pejabat harus menjadi yang terdepan di lapangan.
“Hampir seluruh pejabat BNPB kami turunkan langsung saat penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Artinya, walaupun pejabat, harus tetap turun mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Pelatihan ini tidak sekadar teori. Para peserta diajak belajar langsung dari pengalaman penanganan bencana yang pernah terjadi di berbagai daerah.
Suharyanto menekankan pentingnya berbagi pengalaman antar daerah sebagai bekal menghadapi situasi darurat di masa depan.
“Kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung dari 4 hingga 16 Mei 2026, para Kalaksa BPBD akan mendapatkan berbagai materi penting.
Mulai dari kepemimpinan saat krisis, manajemen komunikasi kebencanaan, pengelolaan logistik dan peralatan, rehabilitasi dan rekonstruksi hingga simulasi lapangan (gladi posko).
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini