Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

68 Kepala BPBD Se-Indonesia Digembleng 12 Hari di Bogor

kepala bpbd
Sebanyak 68 kepala pelaksana hadir menjadi peserta Kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). Pelatihan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 4 sampai 16 Mei 2026. (Foto: BNPB)

Bogor, Sinata.id  – Sebanyak 68 pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh Indonesia “digembleng” dalam pelatihan intensif selama 12 hari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Senior Disaster Management Training (SDMT) ini resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pada Senin (4/5/2026) di Pusat Pendidikan dan Latihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB).

Advertisement

Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan bahwa jabatan bukan alasan untuk berada di belakang saat bencana terjadi. Justru, para pejabat harus menjadi yang terdepan di lapangan.

“Hampir seluruh pejabat BNPB kami turunkan langsung saat penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Artinya, walaupun pejabat, harus tetap turun mendampingi masyarakat,” tegasnya.

Pelatihan ini tidak sekadar teori. Para peserta diajak belajar langsung dari pengalaman penanganan bencana yang pernah terjadi di berbagai daerah.

Suharyanto menekankan pentingnya berbagi pengalaman antar daerah sebagai bekal menghadapi situasi darurat di masa depan.

“Kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung dari 4 hingga 16 Mei 2026, para Kalaksa BPBD akan mendapatkan berbagai materi penting.

Mulai dari kepemimpinan saat krisis, manajemen komunikasi kebencanaan, pengelolaan logistik dan peralatan, rehabilitasi dan rekonstruksi hingga simulasi lapangan (gladi posko).

Baca Juga  ‎Pemulihan Pascabencana di Taput Masuki Tahap Akhir, Warga Segera Tempati Huntap

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini