Jakarta, Sinata.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (27/4). Tekanan ini muncul seiring posisi indeks yang tengah berada di area krusial secara teknikal, sehingga berpotensi melanjutkan fase koreksi jangka pendek.
Analis teknikal menilai IHSG saat ini sedang menguji level penting yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpeluang turun untuk mengisi celah harga (gap) yang masih terbuka di kisaran tertentu.
Menurut analis MNC Sekuritas, IHSG berpotensi melemah dengan target pengujian di area 7.022 hingga 7.115. Level tersebut dinilai menjadi titik penting sekaligus area penutupan gap yang belum tersentuh dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam skenario perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support di 7.022 dan 6.917, sementara resistance berada di level 7.313 hingga 7.484. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati di tengah kondisi ini antara lain ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis Binaartha Sekuritas yang melihat potensi pelemahan lanjutan setelah IHSG menembus level support sebelumnya di 7.244. Koreksi ini dinilai sebagai upaya indeks untuk mengisi gap di area 7.022 hingga 7.118.
Meski demikian, peluang rebound masih terbuka apabila IHSG mampu bertahan dan ditutup di atas level 7.042. Sebaliknya, jika turun di bawah batas tersebut, tekanan diperkirakan berlanjut hingga ke level yang lebih rendah, yakni sekitar 6.727.
Untuk perdagangan hari ini, level support diproyeksikan berada di 7.042, 6.838, dan 6.727. Sementara itu, resistance diperkirakan berada di kisaran 7.277, 7.403, hingga 7.582. Rekomendasi saham yang menarik untuk diperhatikan meliputi ASII, PGEO, dan TLKM.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (24/4), IHSG berada di level 7.129 setelah melemah signifikan sebesar 249,11 poin atau turun 3,38 persen. Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp24,33 triliun dengan volume mencapai 47,12 miliar saham.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 83 saham yang menguat, sementara 670 saham mengalami penurunan dan 62 lainnya bergerak stagnan. Data ini menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar menjelang akhir pekan lalu.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang tinggi, sekaligus mencermati level teknikal penting sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi.(A07)
IHSG Diproyeksi Melemah Awal Pekan, Analis Waspadai Uji Level Support Kunci










Jadilah yang pertama berkomentar di sini