Pematangsiantar, Sinata.id – Kesehatan mental memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Stres, kecemasan, hingga gangguan tidur diketahui dapat meningkatkan risiko serangan jantung, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan dalam program Dialog Interaktif Malang Siang Ini yang disiarkan oleh RRI Malang pada Jumat (24/4/2026). Tema yang diangkat adalah “Cegah Serangan Jantung dengan Jiwa yang Sehat”.
Narasumber dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya, Mohammad Irfan, S.St., Ners, menjelaskan bahwa kondisi stres dapat memicu peningkatan hormon epinefrin dan norepinefrin dalam tubuh. Hormon tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), sehingga aliran darah ke jantung menjadi terganggu.
“Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner akibat suplai darah yang tidak optimal,” ujar Irfan, yang juga merupakan perawat jantung di RSSA Malang.
Sementara itu, dokter dari Universitas Brawijaya, dr. Afdhalia Khairunnisa Syammarhan, PPDS Kardiovaskular, menambahkan bahwa gangguan mental seperti depresi, kecemasan, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD) juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung.
Ia menjelaskan bahwa kondisi emosional yang tidak terkendali dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis secara terus-menerus. Akibatnya, tubuh berada dalam kondisi “siaga” meskipun tidak ada ancaman nyata.
“Hal ini menyebabkan hormon stres terus meningkat, yang dalam jangka panjang dapat memicu pengentalan darah serta pembentukan plak pada pembuluh darah jantung,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai gejala awal gangguan jantung, seperti jantung berdebar tanpa sebab, nyeri dada terutama di sisi kiri yang menjalar ke lengan atau rahang, serta disertai keringat dingin.
Masyarakat diimbau untuk tidak hanya menjaga pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga mengelola stres dengan baik. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pola pikir positif, aktivitas relaksasi, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Langkah pencegahan juga dapat diperkuat melalui kegiatan komunitas, seperti klub jantung sehat yang menyediakan edukasi, olahraga bersama, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, risiko serangan jantung diharapkan dapat ditekan sejak dini. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini