Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Yesus Gembala Agung: Makna Yohanes 10 dan Ibrani 13 tentang Kasih, Pengorbanan, dan Kuasa Kebangkitan

makna menantikan tuhan yesus dengan sungguh-sungguh: kekuatan baru, keteduhan hati, dan jawaban doa
Pdt Manser Sagala, M.Th

Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th

Konsep Yesus sebagai Gembala Agung merupakan salah satu ajaran paling kuat dan menghibur dalam iman Kristen. Gambaran ini bukan sekadar simbol puitis, melainkan penyataan teologis tentang kasih, pengorbanan, dan otoritas Kristus atas umat-Nya. Dalam Alkitab, sebutan ini menegaskan relasi yang intim antara Tuhan dan orang percaya, sekaligus karya keselamatan yang tuntas melalui salib dan kebangkitan.

Advertisement

yesus gembala agung: makna yohanes 10 dan ibrani 13 tentang kasih, pengorbanan, dan kuasa kebangkitan

1. Yesus sebagai Gembala yang Baik (Yohanes 10)

Dalam Injil Injil Yohanes pasal 10, Yesus secara eksplisit menyatakan identitas-Nya sebagai Gembala yang Baik. Pernyataan ini memiliki makna mendalam karena pada masa itu, gembala adalah figur pelindung yang hidupnya dipertaruhkan demi keselamatan kawanan domba.

Baca Juga  Pedoman Hidup Kristen di Tengah Tantangan Zaman Modern (Bagian II): Menjadi Terang di Dunia

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yohanes 10:11)

Ada beberapa kebenaran penting dalam bagian ini:

a. Hubungan yang Pribadi dan Intim

Yesus mengenal setiap domba-Nya secara pribadi. “Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” (Yohanes 10:14). Relasi ini bukan hubungan yang jauh dan formal, melainkan hubungan kasih yang hidup.

b. Pengorbanan yang Total

Berbeda dengan “orang upahan” yang melarikan diri saat bahaya datang, Yesus justru menyerahkan nyawa-Nya. Pernyataan ini menunjuk langsung pada karya penebusan di kayu salib sebuah tindakan kasih yang tidak tergantikan.

2. Yesus sebagai Gembala Agung (Ibrani 13)

Jika dalam Yohanes 10 Yesus digambarkan sebagai Gembala yang berkorban, maka dalam Kitab Ibrani 13:20 Ia disebut sebagai Gembala Agung gelar yang menegaskan kemenangan dan kemuliaan-Nya setelah kebangkitan.

Baca Juga  Mengelola Tantangan sebagai Panggilan Iman: Jalan Kemenangan dalam Kehendak Tuhan

“Maka Allah damai sejahtera… telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita.” (Ibrani 13:20)

Sebutan Agung menunjukkan:

a. Kuasa atas Maut

Yesus bukan hanya mati bagi umat-Nya, tetapi bangkit dan menang atas kematian. Kebangkitan menjadi bukti otoritas ilahi-Nya.

b. Pemeliharaan yang Berkelanjutan

Sebagai Gembala Agung, Kristus terus memperlengkapi, menuntun, dan menguatkan umat-Nya agar mampu melakukan kehendak Allah. Ia tidak meninggalkan kawanan-Nya, melainkan menyertai sepanjang zaman.

Relevansi bagi Orang Percaya

Gambaran Yesus sebagai Gembala Agung memberikan pengharapan di tengah pergumulan hidup. Dalam situasi sulit, umat percaya tidak berjalan sendirian. Ada Gembala yang mengenal, menjaga, dan memimpin setiap langkah.

Baca Juga  Apa yang Dilakukan Murid-Murid Sebelum Yesus Naik ke Sorga? Makna Penantian Roh Kudus dan Kuasa Ilahi bagi Orang Percaya

Ia memanggil dengan suara-Nya, menuntun ke padang rumput yang hijau, dan melindungi dari bahaya rohani. Kasih-Nya tidak bersyarat, pengorbanan-Nya sempurna, dan kuasa-Nya tidak terbatas.

Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 23:1, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Kiranya setiap hati yang percaya semakin teguh dalam pengenalan akan Kristus, Sang Gembala Agung, yang telah menyerahkan nyawa-Nya dan bangkit dalam kemuliaan. Di dalam Dia ada perlindungan, pemeliharaan, dan hidup yang kekal.

Soli Deo Gloria.(A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini