Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Minum Teh Setelah Makan Kurangi Penyerapan Zat Besi

minum teh setelah makan kurangi penyerapan zat besi
Teh

Jakarta, Sinata.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat mengenai risiko kesehatan di balik kebiasaan mengonsumsi teh sesaat setelah makan. Kandungan senyawa dalam teh diketahui dapat menghambat penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kepala Pusat Riset (PR) Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa tanin dan kafein. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, kedua zat ini secara signifikan mengganggu proses penyerapan zat gizi, terutama zat besi, kalsium, dan zinc.

Advertisement

“Teh yang diminum bersamaan dengan makanan bisa berdampak pada penyerapan zat gizi tertentu,” ujar Sofa seperti diwartakan CNN, dikutip pada Selasa (10/2)

Baca Juga  Andre Taulany Tanggapi Dijodohkan dengan Amanda Rigby, Sebut Hanya Gimmick Komedi

Risiko Gangguan Kesehatan

Berdasarkan sejumlah riset, kandungan tanin dalam teh mampu menurunkan penyerapan zat besi dari sumber nabati—seperti sayuran, tahu, dan tempe—hingga mencapai 37 persen. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko memicu anemia dan gangguan kesehatan lainnya.

Kelompok yang paling rentan terhadap dampak negatif ini adalah remaja, perempuan usia produktif, serta ibu hamil yang memiliki kebutuhan zat besi tinggi. Selain masalah nutrisi, konsumsi teh langsung setelah makan juga dapat memicu:

– Gangguan pencernaan: Seperti perut kembung atau nyeri pada ulu hati.

– Masalah metabolik: Potensi kenaikan berat badan dan kadar gula darah akibat tambahan gula dalam teh manis.

Rekomendasi Waktu Konsumsi

Baca Juga  Bad Bunny Cetak Sejarah di Super Bowl 2026, Rayakan Budaya Latin dan Persatuan

Untuk mendapatkan manfaat optimal tanpa mengganggu pencernaan, Sofa menyarankan masyarakat untuk memberikan jeda waktu. Idealnya, teh diminum satu jam setelah makan atau 30 menit sebelum makan untuk membantu hidrasi dan kontrol porsi.

Batas konsumsi harian yang dianjurkan adalah dua hingga tiga gelas per hari. Sebagai alternatif pendamping makan yang lebih sehat, masyarakat disarankan beralih ke air putih atau jus buah segar tanpa pemanis tambahan.

Manfaat Teh 

Meski memiliki risiko jika dikonsumsi di waktu yang salah, BRIN menegaskan bahwa teh tetap memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Kandungan katekin dan flavonoid di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur metabolisme lemak, serta mengurangi stres oksidatif pada pembuluh darah.

Baca Juga  Air Rebusan Herbal yang Diyakini Mendukung Kesehatan Ginjal

Namun pentingnya kesadaran dalam memilih waktu dan takaran konsumsi demi menjaga keseimbangan kesehatan tubuh. “Sikap ini bukan hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih seimbang dan berkualitas,” tuturnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini