Aceh, Sinata.id – Aceh Tengah masih berkutat dalam gelap. Dua bulan pascabencana banjir dan longsor yang menerjang wilayah itu, aliran listrik belum juga menyala di 11 desa. Warga masih mengandalkan lampu darurat dan genset seadanya, sementara upaya pemulihan berjalan di tengah medan ekstrem.
Hingga Selasa, 3 Februari 2026, belasan desa yang belum tersentuh listrik antara lain Atu Payung, Serule, Delung Sekinel, Jamat, Kute Reje, Reje Payung, Umang, Bintang Pepara, Karang Ampar, Kekuyang, dan Bergang. Wilayah-wilayah ini menjadi potret nyata bagaimana bencana tak hanya merobohkan rumah, tetapi juga memutus denyut kehidupan.
Manajer PLN UP3 Kota Lhokseumawe, Husni, mengungkapkan bahwa pemulihan listrik di Aceh Tengah menghadapi tantangan berat. Kerusakan infrastruktur yang masif membuat proses penyambungan kembali jaringan tak bisa dilakukan secara cepat.
“Hambatan terbesarnya adalah akses jalan yang terputus,” ujar Husni, dikutip Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, banyak tiang listrik roboh, jalur distribusi rusak, dan sejumlah jembatan ambruk setelah bencana besar yang melanda pada 26 November 2025. Kondisi itu memaksa petugas bekerja dengan cara-cara ekstrem.
Beberapa hari lalu, tim PLN berhasil memulihkan jalur listrik di kawasan Jurusan Bergang–Karang Ampar. Namun, perjuangan menuju lokasi bukan tanpa risiko. Para teknisi harus menyeberangi sungai menggunakan sling baja, satu-satunya jalur darurat yang tersisa setelah longsor memutus akses utama.
“Petugas kami terpaksa bergelantungan di atas sungai, membawa material lewat tali sling. Ini satu-satunya cara agar perbaikan bisa dilakukan,” ungkap Husni.
Menurutnya, medan berat membuat pengangkutan peralatan menjadi sangat lambat. Jalan yang ambles dan jembatan yang runtuh membuat kendaraan tak bisa masuk ke desa-desa terdampak.
Meski demikian, PLN memastikan tidak menghentikan upaya. Tim terus bergerak dari satu titik ke titik lain demi mengembalikan penerangan bagi warga.
“Kami berjuang agar saudara-saudara kita di pelosok bisa kembali menikmati listrik secepat mungkin,” kata Husni.
“Mohon doa dan dukungan agar seluruh proses pemulihan ini berjalan lancar,” pungkasnya. [a46]







Jadilah yang pertama berkomentar di sini