Jakarta, Sinata.id — Dinamika politik di lingkar Istana kembali menghangat. Isu perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat dan ramai diperbincangkan publik, memunculkan spekulasi bahwa reshuffle kelima bisa segera terjadi sejak pemerintahan berjalan.
Presiden diketahui telah melakukan empat kali perombakan kabinet Merah Putih sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Kini, rumor tentang evaluasi lanjutan kembali beredar luas di media sosial.
Pemicu terbaru datang dari unggahan akun X @marialkaff_ pada Kamis (29/1/2026). Dalam cuitannya, akun tersebut menyebutkan bahwa wacana reshuffle kembali menguat dan bisa menjadi yang kelima dalam masa jabatan Presiden Prabowo.
“Serius? Isu reshuffle kabinet Merah Putih kembali menguat. Jika benar, ini akan menjadi reshuffle kelima sejak Presiden Prabowo dilantik pada 20 Oktober 2024,” tulis akun tersebut, dikutip Jumat (30/1/2026).
Nama-nama yang Disebut
Dalam unggahan itu, sejumlah foto tokoh turut disertakan dan disebut-sebut sebagai pihak yang berpotensi tergeser. Daftar tersebut antara lain:
-
Pratikno – Menteri Koordinator PMK
-
Sugiono – Menteri Luar Negeri
-
Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan
-
Muhammad Qodari – Kepala KSP
-
Meutya Hafid – Menteri Komunikasi dan Informatika
-
Natalius Pigai – Menteri HAM
-
Widiyanti Putri Wardhana – Menteri Pariwisata
Meski belum ada pernyataan resmi dari Istana, daftar ini langsung memantik diskusi dan pro-kontra di ruang digital.
Reaksi Publik Mengalir
Warganet ramai menanggapi rumor tersebut. Sebagian mempertanyakan konsistensi evaluasi, sementara lainnya menilai reshuffle tidak akan berdampak jika kualitas pejabat tak berubah.
“Ini serius? Kok yang itu-itu saja aman dari reshuffle?” tulis akun @ariskariri448.
“Ada menteri yang aman karena posisi politiknya. Padahal ada sektor lain yang performanya juga perlu dievaluasi,” komentar @m_rinandar.
“Kalau hasilnya tetap sama, reshuffle juga percuma,” ujar @is_pelssy.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan klarifikasi. Namun, derasnya spekulasi menandakan bahwa isu reshuffle masih menjadi barometer kepercayaan publik terhadap kinerja kabinet. [a46]







Jadilah yang pertama berkomentar di sini