Jakarta, Sinata.id — Persiapan mudik Lebaran 2026 mulai terlihat sejak awal tahun. PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran jauh hari sebelum puncak arus mudik. Masyarakat kini sudah dapat memesan tiket 45 hari sebelum jadwal keberangkatan, memberi ruang lebih luas untuk merencanakan perjalanan.
Kebijakan pemesanan H-45 ini menjadi langkah awal KAI dalam mengantisipasi lonjakan penumpang yang hampir selalu terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap, mengikuti kalender perjalanan kereta yang telah ditetapkan perusahaan.
Sejak dibuka, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Sejumlah jadwal favorit, terutama menjelang H-7 Lebaran, mulai menunjukkan peningkatan penjualan. Kondisi ini menandakan bahwa pemudik memilih mengamankan tiket lebih awal demi menghindari kehabisan kursi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pembukaan tiket lebih dini merupakan bagian dari strategi pengelolaan arus penumpang agar lebih terkendali.
“Dengan sistem pemesanan H-45, pelanggan memiliki kepastian jadwal sejak awal, sementara KAI bisa mengatur kapasitas dan pola perjalanan secara lebih merata selama masa Lebaran,” ujar Anne dalam keterangannya.
Menurut KAI, pola pemesanan lebih awal juga membantu mengurai kepadatan pada hari-hari tertentu yang selama ini menjadi titik rawan lonjakan penumpang. Jalur jarak jauh yang menghubungkan kota-kota besar diprediksi tetap menjadi favorit, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang Lebaran.
KAI kembali mengingatkan calon penumpang untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi, baik aplikasi maupun mitra penjualan yang bekerja sama dengan perusahaan. Langkah ini penting untuk menghindari risiko penipuan dan praktik percaloan yang kerap muncul di masa permintaan tinggi.
Selain layanan reguler, KAI memastikan kesiapan operasional terus dipantau. Opsi pengoperasian kereta tambahan akan disiapkan jika permintaan masyarakat melebihi kapasitas yang tersedia, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini