Beijing, Sinata.id — Pusat kekuasaan China kembali bergetar. Keputusan Xi Jinping mencopot salah satu jenderal paling berpengaruh di tubuh militer China mendadak menjadi sorotan global, memicu spekulasi luas tentang dinamika internal elite keamanan Negeri Tirai Bambu.
Nama Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), kini lenyap dari panggung strategis Beijing. Sosok yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam struktur People’s Liberation Army (PLA) itu diberhentikan secara tiba-tiba, tanpa penjelasan rinci yang biasa menyertai keputusan sebesar ini.
Pemerintah China hanya menyebut Zhang tengah diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin serius”. Dikutip Selasa (27/1/2026), dalam tradisi politik Beijing, frasa ini bukan sekadar istilah administratif. Kalimat tersebut sering digunakan untuk menandai kasus besar, mulai dari korupsi tingkat tinggi hingga pelanggaran loyalitas terhadap garis komando partai.
Namun, yang membuat langkah ini terasa tidak biasa adalah posisi Zhang sendiri. Ia bukan figur pinggiran. Zhang merupakan jenderal senior, veteran militer, sekaligus tokoh yang selama bertahun-tahun disebut berada di lingkar kepercayaan Presiden Xi.
Rumor Kudeta Menggema
Tak butuh waktu lama, ruang publik global dipenuhi spekulasi. Sejumlah analis dan pengamat internasional mulai mengaitkan pencopotan Zhang dengan isu sensitif yang jarang terdengar dari China: dugaan upaya kudeta internal.
Isu tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi. Namun absennya penjelasan detail dari Beijing justru memicu interpretasi liar, terutama di tengah situasi global yang menempatkan militer China sebagai aktor kunci dalam berbagai ketegangan kawasan, termasuk Asia Timur dan Selat Taiwan.
Sejak berkuasa, Xi Jinping dikenal konsisten melakukan pembersihan internal, termasuk di tubuh militer. Sejumlah jenderal sebelumnya juga terseret kasus serupa. Namun pencopotan Zhang dipandang banyak pihak sebagai eskalasi paling berani, karena menyentuh level tertinggi struktur komando.
Langkah ini dibaca sebagai pesan politik yang tegas: tidak ada posisi yang benar-benar aman, bahkan bagi tokoh dengan rekam jejak panjang dan jasa besar bagi negara.
Di dalam negeri, keputusan ini diperkirakan akan memperkuat kendali Xi atas militer, sekaligus merapikan barisan menjelang agenda politik besar partai. Di luar negeri, pencopotan Zhang ikut memengaruhi persepsi dunia terhadap stabilitas elite China. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini