Asahan, Sinata.id – Kabupaten Asahan bersiap melangkah lebih jauh dalam pembangunan sektor kesehatan dengan merancang pendirian rumah sakit berstandar internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU). Proyek ini diproyeksikan menjadi simpul layanan kesehatan regional bagi kawasan Pantai Timur Sumatera Utara.
Komitmen percepatan pembangunan tersebut mengemuka dalam forum koordinasi virtual antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan Kementerian Dalam Negeri yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Asahan. Forum ini sekaligus menjadi tahapan krusial dalam penyelarasan kebijakan pusat dan daerah terkait pembiayaan serta tata kelola proyek strategis.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan, kehadiran rumah sakit bertaraf internasional bukan semata proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan masyarakat.
“Selama ini, masyarakat Pantai Timur masih bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah. Dengan rumah sakit ini, Asahan akan menjadi pusat layanan rujukan sekaligus penggerak ekonomi baru,” ujarnya.
Dari pihak pemerintah pusat, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menilai skema KPDBU sebagai pilihan realistis untuk merealisasikan proyek bernilai besar tanpa menekan kapasitas fiskal daerah.
“KPDBU memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membangun layanan publik strategis dengan tetap menjaga kesehatan keuangan daerah. Kuncinya terletak pada perencanaan yang kuat dan pengawasan yang konsisten,” tegas Agus, Senin (26/1/2026)
Forum tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Asahan Rianto, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, serta jajaran perangkat daerah terkait. Sejumlah mitra usaha, termasuk BUMN Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Permata Group, dilibatkan dalam pembahasan sebagai bagian dari penjajakan kerja sama pengelolaan rumah sakit.
Sebagai tindak lanjut konkret, pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang disiapkan untuk pembangunan rumah sakit. Peninjauan ini difokuskan pada aspek kesiapan lahan, aksesibilitas, dan rencana pengembangan kawasan kesehatan terpadu.
Selain sektor kesehatan, agenda pembangunan daerah juga diarahkan pada penguatan inovasi dan bioteknologi. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja ke PT Hijau Surya Biotechindo guna mengeksplorasi potensi pengembangan produk kultur jaringan sebagai peluang diversifikasi ekonomi berbasis riset di Kabupaten Asahan. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini