Sinata.id – Penelusuran panjang aparat kepolisian akhirnya berujung pada penangkapan pembunuh anak politisi PKS yang selama hampir tiga pekan menghilang tanpa jejak. Pelaku berinisial HA (31), ditangkap pada Jumat (2/1/2026) secara dramatis saat kembali melakukan aksi kejahatan di sebuah rumah mewah di Kota Cilegon, Banten.
HA diamankan ketika diduga melakukan pencurian di kediaman mantan anggota DPRD Cilegon.
Aksinya terbongkar setelah dipergoki asisten rumah tangga, yang langsung meminta pertolongan warga sekitar.
Situasi sempat mencekam karena pelaku mengunci diri di dalam rumah sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat gabungan Polsek Cilegon dan Brimob Polda Banten.
Dari penangkapan tersebut, penyidik mengaitkan HA dengan pembunuhan anak politisi yang menggemparkan publik pada pertengahan Desember 2025.
Korban, bocah berusia sembilan tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di rumah keluarganya di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Cilegon.
Korban mengalami sedikitnya 19 luka di sekujur tubuhnya.
Luka-luka itu diduga berasal dari senjata tajam dan benda tumpul, memperkuat dugaan adanya kekerasan brutal dalam pembunuhan anak tersebut.
Peristiwa itu menjadi salah satu kasus pembunuhan paling menyita perhatian publik di Banten akhir tahun lalu.
Polisi mengungkap, proses pengungkapan perkara tidak berjalan mudah.
Kamera pengawas di rumah korban diketahui sudah tidak berfungsi sejak 2023.
Selain itu, tidak adanya sistem pengamanan lingkungan turut menyulitkan penyelidikan pada tahap awal kasus pembunuhan ini.
Identitas pelaku mulai terkuak setelah HA tertangkap saat mencuri.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui HA merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, dan bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Cilegon.
Baca Juga: 155 Prajurit TNI Bertugas di Wilayah Rawan Papua Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Fakta ini menambah keheranan publik, mengingat latar belakang pekerjaan pelaku yang tergolong stabil.
Dalam pemeriksaan awal, HA disebut mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan yang merenggut nyawa anak politisi tersebut.
Polisi kini mendalami motif, termasuk kemungkinan pelaku tidak menjadikan korban sebagai target utama.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 18 saksi, mulai dari keluarga korban, tetangga, hingga pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas pelaku.
Penyelidikan lanjutan terus dilakukan untuk merangkai kronologi utuh dan mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan anak politisi PKS ini.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan menyeluruh.
Aparat juga menegaskan tidak akan menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara jika ditemukan keterkaitan lain dalam kasus pembunuhan yang mengguncang Cilegon tersebut. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini