Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Pembunuhan di Madiun Tewaskan Pemuda 19 Tahun Usai Pesta Miras

awal tahun 2026 diwarnai tragedi pembunuhan di madiun. pesta miras berujung maut, seorang pemuda 19 tahun tewas ditusuk di jalan jolorante.
Awal tahun 2026 diwarnai tragedi pembunuhan di Madiun. Pesta miras berujung maut, seorang pemuda 19 tahun tewas ditusuk di Jalan Jolorante. (Ilustrasi)

Sinata.id – Pergantian awal tahun 2026 yang seharusnya menjadi momen harapan justru berubah menjadi malam mencekam di Kota Madiun, Jawa Timur. Suasana Kamis (1/1/2026) dini hari di Jalan Jolorante, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, pecah oleh peristiwa pembunuhan di Madiun yang merenggut nyawa seorang pemuda berusia 19 tahun.

Korban diketahui berinisial VWP, warga Kecamatan Taman, ditemukan bersimbah darah setelah mengalami luka tusuk di sejumlah bagian vital tubuhnya.

Advertisement

Upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat kehilangan banyak darah.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Warga sekitar yang terbangun dari tidurnya dikejutkan oleh keramaian tak biasa di jalan lingkungan yang selama ini dikenal relatif tenang.

Baca Juga  Mayat Jesika Gadis SMP Ditemukan di Sungai, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, korban berada di lokasi bersama sejumlah rekannya.

Baca Juga: Perahu Karam di Sungai Batang Pelepat, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Mereka diduga terlibat pesta miras yang berlangsung sejak malam hingga larut.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, situasi yang awalnya santai perlahan berubah tegang.

Sejumlah saksi menyebutkan adanya cekcok yang dipicu saling ejek.

Ada pula informasi yang berkembang di lingkungan warga tentang konflik lama yang diduga kembali muncul.

Namun hingga kini, motif pasti di balik pembunuhan di Madiun tersebut masih didalami aparat kepolisian.

Tak lama setelah kejadian, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MRV, berusia 16 tahun, yang masih berstatus pelajar.

Baca Juga  Jatuh Cinta pada Istri Pamannya, Drama Cinta Oknum Sekdes Berujung Kematian

Penangkapan dilakukan di rumah terduga pelaku beberapa jam setelah insiden berdarah itu terjadi.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional.

Ia menyebutkan, begitu laporan diterima, petugas langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian, mengevakuasi korban, serta mengumpulkan keterangan saksi.

“Dugaan sementara, peristiwa ini dipicu oleh kesalahpahaman. Namun kami masih mendalami motif dan kronologi secara menyeluruh,” ujar Wiwin.

Baca Juga: Sopir Angkot Ketahuan Konsumsi Sabu saat Angkut Kapolsek Cileungsi

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik.

Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan kini berada di Satreskrim Polres Madiun Kota.

Baca Juga  Kematian Sadis Mutia, Joe Frisco Tolak Pasal Pembunuhan Berencana

Proses olah tempat kejadian perkara sempat mengalami kendala karena sebagian lokasi telah dibersihkan sebelum petugas tiba.

Meski demikian, penyidik terus berupaya merangkai kembali peristiwa yang menewaskan korban di awal awal tahun tersebut.

Jenazah korban telah dibawa ke RS Griya Husada untuk keperluan pemeriksaan medis guna mendukung proses penyidikan.

Sementara itu, terduga pelaku menjalani pemeriksaan intensif oleh unit terkait karena masih berusia di bawah umur. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini